Titiek Puspa dan 5 Kisah Pahit dalam Perjalanan Hidupnya

Sebagai seorang manusia, Titiek Puspa juga mengalami naik turunnya roda kehidupan.

Diterbitkan 11 November 2019, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ketika sampai di Jakarta pun, Titiek Puspa dipaksa untuk tinggal di rumah anaknya. Penasaran, Titiek Puspa memberanikan diri ke rumahnya di Jalan Sukabumi, Menteng. Titiek Puspa terkejut ketika seluruh bagian rumahnya hangus terbakar. Uniknya, Titiek Puspa tidak merasa sedih. Ia merasa ringan karena Titiek Puspa berpasrah pada Tuhan.

 

4. Pandangan Miring

Titiek Puspa pernah disuruh membuat lagu untuk mantan Presiden RI, Soeharto. Dalam waktu singkat, Titiek Puspa menghasilkan lagu berjudul "Bapak Pembangunan". Ia terinspirasi ketika Soeharto menyumbang sejumlah beras bagi penduduk Ethiopia yang kelaparan. Mendiang Soeharto sangat menyukai lagu tersebut.

Setelah publikasi lagu "Bapak Pembangunan", sejumlah komentar-komentar miring dilontarkan pada Titiek Puspa. Beberapa masyarakat menilai bahwa Titiek Puspa cari muka dan berusaha mengambil hati keluarga Cendana. Ia tidak terlalu ambil pusing akan komentar miring itu. Baginya, membuat lagu itu berdasarkan nilai-nilai yang ia tangkap, sama seperti lagu lain ciptaannya.

 

5. Kepergian Suami

Pada paruh kedua dekade 80-an, penyakit Mus Mualim kembali parah. Penyakit ginjal yang diidapnya semakin kronik. Pada 1989, suaminya meminta Titiek Puspa agar tidak menerima tawaran menyanyi pada tahun baru. Namun ketika menjelang tahun baru, Titiek Puspa mendapatkan tawaran bernyanyi di Malang pada 29 Desember. Titiek Puspa menerima tawaran tersebut karena harus membeli obat suaminya yang cukup mahal.

Titiek Puspa sampai Jakarta pada 31 Desember malam. Sepanjang malam, ia terus memeluk suaminya karena kondisinya yang kian menurun. Keesokan harinya, kondisi Mus Mualim masih sama. Pada pukul 13.00, Mus Mualim minta untuk diantar ke toilet. Setelah duduk di atas kloset, Mus Mualim mengembuskan nafas terakhir. Kepergian suaminya meninggalkan luka dalam bagi Titiek Puspa. Ia merasakan kehilangan yang amat besar.

(Maria Advensiani/Mgg)

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan