Sementara itu, kegiatan seni budaya yang sempat dijalani oleh Kaisar cukup membanggakan. Ia pernah menjadi tamu undangan kader seni budaya dalam acara Indonesia Record Award bertema Melukis Penari Topeng dengan topeng berusia 400 tahun. Acara ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia pada 2018.
Ingin Indonesia Lebih Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2827952/original/005928900_1560435880-WhatsApp_Image_2019-06-12_at_15.36.52.jpeg)
Bahkan, ia juga sempat didapuk sebagai bintang tamu kader seni budaya dalam acara lomba menyanyi dan modeling dalam rangka memperebutkan piala Walikota Bandung dan Disbudpar kota Bandung pada Mei 2019.
Kaisar mengaku sangat ingin ikut serta membangun Indonesia menjadi semakin lebih baik. "Harapan saya agar Indonesia semakin menjadi negara yang semakin nyaman, aman, damai, sejahtera, melalui aset kader bangsa yang cerdas, berkarya, dan berkualitas," ujarnya kepada wartawan yang ia akui sebagai salah satu pidatonya di berbagai kesempatan.
"Mengajak anak muda agar lebih peka dan peduli terhadap lingkungan terdekat dan lingkungan keseluruhan, mencintai tanah air, mensyukuri lebih dalam dan mewujudkan anak muda sebagai aset bangsa yang berpikiran positif. Karena bela negara itu bukan melulu tentang angkat senjata. Karena lewat seni budaya atau peduli lingkungan hidup, atau Wiyata Mandala juga adalah bela negara cinta tanah air," lanjutnya.
Menurutnya lagi, mencintai seni budaya adalah bukan melulu tentang tampil di layar kaca atau layar perak, akan tetapi dedikasi terhadap perkembangan seni budaya tersebut melalui pelestarian seni budaya, pengabdian, dan kecintaan terhadap seni budaya tanah air, peduli terhadap adab, etika, dan moral bangsa Indonesia.
Generasi Z
"Tidak perlu menutup mata atau telinga terhadap perkembangan zaman, karena memang kita harus mengikuti modernisasi, tetapi tetaplah menjadi kader bangsa yang modern, tapi berbudi pekerti luhur. Karena tanpa adab, manusia bisa jadi biadab," terangnya.
"Menurut teori generasi, generasi seusia Kaisar adalah generasi Z di mana generasi Z adalah generasi instan yang katanya kurang menghargai proses atau serba instan. Kaisar ingin membuktikan bahwa generasi Z pun mampu jadi generasi handal," ia menambahkan.
Ia pun mengakui bahwa peranan orang tua sangatlah diperlukan. "Kaisar berterimakasih kepada orang tua kaisar yang selalu sabar dan konsisten mendidik Kaisar juga orang tua lainnya yang selalu hadir membimbing Kaisar, juga Om Vico yang selalu menyemangati Kaisar," ucapnya.
"Stop bullying verbal dan non verbal juga ya. Kepada pihak yang berwenang agar pendidikan moral bangsa digiatkan kembali menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat," tutupnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842263/original/039942900_1716616217-Gorengan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2827950/original/083741500_1560435879-WhatsApp_Image_2019-06-12_at_15.36.55.jpeg)