Lansia di Sumba Barat Daya Meninggal Usai Gempa M 6,1

Setelah gempa, jenazah korban langsung disemayamkan oleh keluarga di rumahnya.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Sektor Kodi Utara, Polres Sumba Barat, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan seorang lansia berusia 73 tahun di Kodi Utara meninggal dunia setelah gempa Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah tersebut.

“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Kapolsek Kodi Utara Akp Bernadus Bili Kandi, dilansir Antara, Minggu (4/10/2026).

Bernadus mengatakan lansia tersebut terkejut saat melihat sejumlah anggota keluarganya berhamburan keluar rumah ketika gempa berkekuatan 6,1 mengguncang wilayah tersebut.

Lansia itu sempat keluar dari rumah. Namun, beberapa menit kemudian korban jatuh, tak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia.

Setelah gempa, jenazah korban langsung disemayamkan oleh keluarga di rumahnya.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan satu sekolah. Bernadus mengatakan banyak rumah mengalami kerusakan berat akibat gempa tersebut.

Mengenai jumlah pasti bangunan yang terdampak, dia mengatakan pendataan masih dilakukan untuk mendapatkan data kerusakan secara keseluruhan.

“Kita belum bisa pastikan data kerusakan. Tim BPBD dan anggota juga masih lakukan pendataan lebih lanjut sejak pagi tadi,” ujar dia.

 

Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu sekitar pukul 06.55 WITA.

“Pusat gempa berada di laut, 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 km pada koordinat 9,70 LS-118,92 BT. Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan.

Berdasarkan pemantauan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guncangan gempa dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, hingga Kabupaten Manggarai Barat.

Sebagian masyarakat merasakan guncangan gempa, tetapi situasi tetap kondusif dan tidak terjadi kepanikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pemantauan di lapangan setelah gempa dan sebelumnya belum menerima laporan kerusakan maupun korban jiwa.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari instansi resmi.

Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diminta menjauhi bangunan yang retak dan untuk sementara tidak berada di tepi pantai.