Pendobrak Genre
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1212028/original/bd21fa4d1a55bdb102a8b8578e077c91-004867500_1461318412-prince_5.jpg)
Pendobrak GenreÂ
Salah satu alasan mengapa nama Prince begitu besar di industri musik di era tahun 1980-an adalah karena kemampuannya mendobrak pengkotak-kotakan genre musik. Ketimbang memilih satu genre tertentu dalam musiknya, ia memilih untuk memadukan sejumlah genre yang besar kala itu, seperti synth-pop, modern R&B, hingga new wave.
Ini bukan perkara mudah. Namun Prince mampu dengan luwes memadukannya dengan komposisi yang pas, sehingga musiknya terasa tak lekang dimakan waktu.
Multitalenta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/973205/original/074892800_1441084799-PRINCE.jpg)
Multitalenta
Pasca kematian Prince, Time menampilkan kembali satu wawancara yang mereka lakukan bersama Prince di tahun 1984. Kala itu, junalis Time bertanya pada sang bintang, apa yang tak bisa ia lakukan. Jawabannya cukup kocak. "Aku tak bisa masak," kata Prince kala itu.
Bukan hal yang aneh bila Time menanyakan hal ini. Pasalnya, Prince tak hanya berstatus sebagai penyanyi, ia juga penulis lagu yang andal, pemain sejumlah instrumen musik, aktor, dan juga pernah duduk di bangka sutradara.
Vox menyebut Prince memiliki intuisi terhadap budaya populer seperti Michael Jackson, kemampuan gitar ala Van Halen, dan kultus individu layaknya David Bowie. Di kala bintang pop lain disetir oleh label rekamannya, Prince bebas berekspresi sesuai keinginannya.
Merevolusi Stereotip Pria Kulit Hitam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1212016/original/089713100_1461318048-prince_1.jpg)
Merevolusi Stereotip Pria Kulit Hitam
Prince boleh jadi menampilkan sosok flamboyan di atas panggung. Namun, ia sebenarnya adalah seorang pemberontak yang mendobrak stereotip, terutama yang mengungkung pria kulit hitam di era tahun 1980-an.
Saat pria kulit hitam diharapkan tampil maskulin, Prince muncul sebagai pribadi androgini. Ia mengenakan eyeliner, pakaian sequin yang bling-bling dan spandeks ketat. Ia tak canggung mengenakan make-up atau pakaian dengan warna-warni meriah.
"Seperti mendiang David Bowie yang mempertanyakan masalah gender di puncak kariernya, Prince melakukan hal yang sama, terutama bagi anak-anak berkulit cokelat yang dengan senang hati menjadi seseorang berbeda," tulis Vox dalam sebuah tulisannya mengenai Prince.
Fashion si Burung Merak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/696642/original/prince-artist-vine-thumb-640xauto-8271.jpg)
Fashion si Burung MerakÂ
Seperti disebutkan sebelumnya, busana yang dikenakan Prince adalah salah satu media ekspresinya. Jas yang dipadu kemeja berenda, setelan polkadot, hingga mantel bulu warna terang yang kerap dikenakannya, membuat Prince dijuluki si Burung Merak.
Tak cuma saat beraksi di panggung ia juga selalu tampil berbeda saat tak sedang manggung. Ia kerap tampil dengan sepatu hak tinggi, kacamata dengan frame emas, hingga setelan bertahta kristal. Ia juga kerap menggunakan ungu, yang kerap diasosiasikan sebagai warna bangsawan, yang lantas menjadi warna ciri khasnya.
Para desainer fashion dunia juga menyatakan kehilangan atas kepergian Prince. Salah satunya adalah Donatella Versace. "Tak ada yang mengawinkan fashion dan musik seperti yang dilakukan #Prince dengan Versace," tutur Donatella.
Kepedulian Terhadap Sesama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1211416/original/099934100_1461297432-20160421-Duka-Mendalam-Para-Fans-Atas-Kematian-Penyanyi-Legendaris-Prince-Reuters-3.jpg)
Kepedulian Terhadap Sesama
Prince dikenal publik sebagai musisi, namun ia sebenarnya lebih dari itu. Di Sillicon Valley, pusat teknologi dunia, Prince dikenal sebagai penggerak bagi anak muda kulit hitam untuk masuk dalam bidang ini.
Dilansir dari USA Today, Prince adalah penggagas YesWeCode, gerakan yang merangkul 100 ribu anak-anak dari ekonomi lemah untuk belajar menulis kode. Hal ini, ia lakukan secara sembunyi-sembunyi.
"Orang mengenalnya sebagai musisi, tapi sebenarnya itu tak hanya ia lakukan lewat instrumen musik. Tapi ia lakukan dengan seluruh hidupnya. Ia membantu banyak orang, dan masyarakat banyak yang tak tahu tentang hal ini," kata Van Jones, yang ikut mendirikan YesWeCode.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1212018/original/044966500_1461318108-prince_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1093183/original/98ff17c73e8b10f6b03938290bdaef0670.jpg)