Sukses

Ulasan D'Academy Asia, Lesti Bikin Panggung Banjir Air Mata

Liputan6.com, Jakarta - Baru dua hari yang lalu, Danang DA 2 dari Group B memecahkan rekor nilai tertinggi dengan angka 97 juga total raihan poin mencapai 755, kejutan kembali terjadi di panggung Dangdut Academy Asia.

Senin-Selasa (14-15/12/2015), mulai berlangsung babak Top 10 untuk Group A. Meski sudah diprediksi banyak orang, Lesti DA 1 tetap membuat pemirsa penasaran dengan gebrakannya di setiap tampil. Begitupun yang terjadi pada 2 malam ini.

Di malam pertama, Lesti yang dijuluki si Cabe Rawit ini membawakan lagu "Anoman Obong" dengan aksen Sunda-nya yang kental padahal lagu tersebut menggunakan bahasa Jawa di seluruh liriknya. Tak banyak kritikan diberikan komentator. Hanya Soimah yang sangat mengerti bahasa Jawa mengkoreksi logat Jawa dengan benar. Itupun sedikit.

Tak mengherankan kemudian para juri yang terdiri dari Mayuni Omar (Singapura), Hetty Koes Endang, DJ Daffy (Brunei), dan Zul 2BY2 (Malaysia) memberikan nilai sangat tinggi dengan total 376 poin. Perolehan poin ini bertambah banyak, setelah di malam kedua Lesti menampilkan suara dahsyatnya kala mendendangkan lagu "Keramat" ciptaan H. Rhoma Irama.

Lesti D'Academy sukses curi perhatian publik lantaran kemenangannya di SCTV Music Awards, mengalahkan Cita Citata.

Semua komentator terlihat berlinang airmata. Panggung D'Academy Asia mendadak sunyi karena hampir seluruh orang di studio dibuat menangis. Kamera lalu menyorot Mas Idayu, salah satu komentator paling kritis, galak dan sangat kuat, terus menitikan airmatanya. Saat memberikan komentarnya, bahkan ia sampai harus menutupi wajahnya dengan kertas penilaian. Lesti memang tampil sempurna. Tak hanya vokalnya yang kuat, penghayatan, ekspresi, penguasaan panggung, dan dinamikanya tak satupun meleset.

Bunda Hetty pun memberikan nilai 97 sekaligus membuat Lesti jadi finalis kedua yang memperoleh nilai tertinggi. Hingga kemudian, juri asal Malaysia, Zul 2BY2 juga langsung menjatuhi poin 97 pada dara 16 tahun tersebut. Menurut Bang Zul, Indonesia patut berbangga pada Lesti. Lesti mengingatkan Bang Zul pada aset paling berharga di Malaysia, yakni Siti Nurhaliza. Tak ayal, nilai total Lesti di papan klasemen kini mencapai 759 poin. Dengan begitu, rekor Danang pada dua hari sebelumnya pun gugur.

Dari Group A, finalis tuan rumah lainnya yaitu Irwan, juga jadi perhatian komentator. Setelah dinilai hilang motivasi, Irwan seperti kesulitan menampilkan aksi terbaiknya. Padahal jika melihat kualitas vokalnya, Irwan memiliki peluang yang sama besarnya dengan Lesti atau Danang meski di Group A juga ada Evi, juara DA 2 tempo hari.

Peserta D'Academy Asia asal Brunei Darussalam, Yaniey Junaini persiapkan empat buah lagu dan kostum spesial [foto: Herman Zakharia]

Sementara itu, wakil Brunei satu-satunya yang tersisa sejak Top 12 harus melepaskan impiannya jadi juara D'Academy Asia. Yaniey Junaini selama ini dinilai sudah sangat dangdut oleh Saipul Jamil. Namun, perkembangan Yaniey makin ke sini tak cukup bagus. Ia pun harus tersingkir dari kompetisi setelah perolehan nilainya tak bisa mengejar Syuhada.

Berikut hasil lengkap perolehan poin ke-lima finalis di konser pertama dan kedua dari Group A Top 10 Dangdut Academy Asia.

1. Lesti (Indonesia): 376 + 383 = 759
2. Evi (Indonesia): 362 + 368 = 730
3. Irwan (Indonesia): 354 + 361 = 715
4. Syuhada (Malaysia): 345 + 348 = 693
5. Yaniey (Brunei): 341 + 348 = 689

Dangdut Academy Asia Rabu (16/12/2015) malam ini, akan menampilkan Group B di Top 10. Lima finalis yaitu Danang, Aty, Shiha Zikir, Fitri Hiswady, dan Henny Hanip bakal berebut satu tempat ke babak Top 8. Siapa finalis yang akan terus maju? Saksikan terus Dangdut Academy Asia yang disiarkan secara langsung oleh Indosiar mulai pukul 19.00 WIB.* (Puj/Ade)