Wamenpar Sempat Datang ke Festival Lembah Baliem Sebelum Insiden Penembakan

2 Orang warga luka-luka dalam insiden penembakan tersebut.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 18:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Penembakan terjadi di Festival Budaya Lembah Baliem, Wamena, melukai dua warga.
  • Wakil Menteri Pariwisata tidak di lokasi saat kejadian, sudah kembali ke Jakarta.
  • Aparat gabungan TNI-Polri mengejar pelaku dan mengamankan lokasi kejadian.

Liputan6.com, Jakarta - Insiden penembakan terjadi di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem, Wamena, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026). Dua warga luka-luka dalam insiden tersebut.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa sempat menghadiri pembukaan acara tersebut pada Jumat (7/8/2026) kemarin. Tetapi hari ini, saat penembakan terjadi, Ni Luh memang tidak lagi mengunjungi acara itu.

“Beliau hadir kemarin pada saat pembukaan. Hari ini jam 6 sudah terbang balik,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, saat dihubungi, Sabtu (8/8/2026).

Cahyo menjelaskan, para pejabat termasuk wamenpar memang sempat hadir saat pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem kemarin. Tetapi saat terjadi penembakan pukul 12.45 WIT, dipastikan wamenpar maupun pejabat lainnya tidak ada di lokasi.

“Jadi pada saat kejadian nggak ada sama sekali pejabat, karena memang pembukaannya itu kemarin, bukan hari ini,” tegasnya.

Cahyo memastikan kunjungan tersebut berlangsung sehari sebelumnya.

“Didatangi kemarin. Tadi pagi sudah terbang ke Jakarta,” ujarnya.

Kondisi 2 Korban

Sebelumnya diberitakan, satu korban terkena tembakan di lutut kanan. Sedangkan korban lainnya tertembak pada punggung tangan hingga peluru menembus paha. Keduanya mendapat penanganan medis di RSUD Wamena.

Setelah penembakan terjadi, polisi mengevakuasi seluruh warga dari sekitar lokasi. Aparat kemudian mengamankan TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Di saat bersamaan, pengejaran terhadap terduga pelaku dilakukan aparat gabungan TNI-Polri. Penyekatan juga dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

“Iya, betul, dengan aparat gabungan,” ujar Cahyo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6