Liputan6.com, Jakarta Meninggalnya Rae Sita Supit, Rabu (20/5/2015) mengingatkan kita pada sebuah film yang terus dikenang hingga kini: Cintaku di Kampus Biru (1976). Film itu jadi salah satu penanda zaman. Bintangnya, Roy Marten, Rae Sita dan Yatie Octavia jadi ikon bagi generasi 1970-an.
Setiap dekade melahirkan ikon masing-masing. Pada awal 1980-an, ikonnya adalah Rano Karno dan Yessy Gusman, lalu berlanjut dengan Onky Alexander dan Ryan Hidayat pada paruh kedua 1980-an. Awal tahun 2000-an ikonnya adalah Nicholas Saputra dan Dian Sastro, lalu berlanjut ke Shandy Aulia dan Samuel Rizal.

Lantas, siapa yang layak disebut ikon film-film remaja saat ini? Lalu, siapa ikon film remaja tahun 1950-an?
Kami mengajak Anda sedikit menengok sejarah perjalanan film nasional dari sudut film remaja.
Mari menelusuri jejak film-film anak muda yang lahir di negeri ini dari segala zaman, mulai dari 1950-an hingga masa kini.
Â
1950-an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/881907/original/027719900_1432200315-film-r-Asrama-dara-sinematek.jpg)
Era 1950-an
Karena Indonesia baru betul-betul merdeka tahun 1949, film-film bertema anak muda baru muncul di pertengahan 1950-an. Sebelumnya, film-film nasional diisi film bertema perjuangan seperti Darah dan Doa (1950), Enam Djam di Djogja (1950), atau Lewat Djam Malam (1954).
Film anak muda yang menjadi penanda zaman era 1950-an adalah Tiga Dara (1956) karya Usmar Ismail, Bapak Perfilman Nasional. Tiga Dara ditahbiskan jadi film karya Usmar Ismail yang paling dikenal orang banyak—mungkin karena ini film pop, bukan film berat berisi perjuangan revolusi atau kritik sosial.

Tiga Dara mengisahkan kehidupan 3 perempuan kakak-beradik berikut suka-duka mereka (hubungan saudara yang kerap ribut-ribut kecil sampai problem dengan lelaki). Saat diedarkan dahulu, Tiga Dara tergolong film laris di era 1950-an. Akting tiga bintang utamanya (Mieke Wijaya, Chitra Dewi, dan Indriati Iskak) sulit dilupakan. Ketiganya cantik-cantik dan muda. Mereka juga bermain bagus, diselingi nyanyian merdu (ini film musikal).
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/881910/original/069079300_1432200451-Film-remaja-roy-marten-christne-hakim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1377187/original/072133000_1476777423-Ada_Apa_dengan_Cinta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1377197/original/080353800_1476777849-aadc.jpg)