The Wedding Ringer, Komedi Ringan yang Sudah Jarang Dibuat

The Wedding Ringer punya pesan universal: kejujuran atas segalanya dan cinta sejati tak perlu didasari pamrih.

Diterbitkan 26 Februari 2015, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Komedi romantis pernikahan sudah beberapa kali dibuat Hollywood. Pada 1990-an akhir hingga pertengahan 2000-an kita disuguhi My Best Friend Wedding, Runaway Bride hingga Wedding Crasher.

Setelahnya, Hollywood jarang membuat komedi romantis model begini. Penyebabnya, adalah sukses komedi dewasa The Hangover (2009). Mungkin Hollywood merasa kini bukan zamannya lagi bikin film komedi ringan berlatar acara pernikahan. Orang suka komedi dewasa yang humornya jorok dan kasar. Sukses The Hangover yang dibuat sampai tiga jilid kemudian berkembang ke film sejenis macam Bridesmaids (2011) dan macam-macam lagi.

Tapi memang selalu ada anti tesis atas segala hal. Ketika komedi dewasa kian jamak dibuat, komedi ringan yang punya hati atau "a light comedy with heart" terasa jadi tontonan alternatif.

Heran juga sih sebetulnya Hollywood masih mau bikin film komedi ringan begini. Mungkin itu sebabnya konon naskah film ini mangkrak selama 10 tahun tanpa ada studio yang ingin mewujudkannya jadi film.

Namun, di sini justru nilai tambahnya. Kisah-kisah ruwet dan bertema dewasa kini sudah terasa biasa di genre ini. Menonton The Wedding Ringer adalah hiburan ringan yang juga terasa nostalgik. Film karya Jeremy Garelick ini punya nuansa cerita romantis nan manis dengan pesan universal: bahwa kejujuran atas segalanya dan cinta sejati tak perlu didasari pamrih.

Hollywood pernah terasa ringan dulu. Dan kini mereka ingin mengajak kita kembali pada masa-masa itu lewat The Wedding Ringer. Sebuah undangan yang patut Anda pertimbangkan… (Ade/Mer)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan