5 Film Mandarin Romantis Pilihan

Mumpung masih dalam suasana Valentine sekaligus Imlek kami pilihkan film-film romantis berbahasa Mandarin

Diterbitkan 20 Februari 2015, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Siapa bilang film Mandarin melulu berisi orang berkelahi saling unjuk kebolehan kung fu?

Ya, film Mandarin memang identik dengan film kung fu. Tapi, sineas sana tak hanya jago bikin film model begitu. Mereka juga bikin film berbagai genre. Termasuk drama romantis.

Nah, mumpung masih dalam suasana Valentine sekaligus Imlek kami pilihkan film-film romantis berbahasa Mandarin yang bisa jadi pilihan alternatif Anda menonton.

Yuk simak film-film romantis Mandarin pilihan kami. O iya, sengaja pula kami pilihkan yang tak terlalu lama rilisnya, agar filmnya masih mundah Anda cari.

Baca juga:

10 Gaun Pernikahan Artis Termahal di Dunia

Daftar 10 Implan Payudara Termahal Artis Hollywood

5 Seleb Terkenal Ini Ternyata Korban `Bully` Semasa Kecil

5 Kejadian Memalukan Seleb-Seleb Hollywood (Bag.2)

Cerita 7 Artis Tentang Keperawanan

5 Artis yang Kaya Raya Sejak Lahir

6 Musisi Terkenal yang Mati Ditembak

6 Videoklip Ini Sering Membuat Pria Berfantasi

7 Artis Berpayudara Seksi Tanpa Operasi

Fly Me To Polaris

Fly Me To Polaris (1999)

Ini salah satu film paling romantis yang pernah dibuat sineas Hong Kong. Kisahnya tentang Onion (Richie Ren) yang buta dan bisu sejak kecil. Ia jatuh cinta pada suster Autumn (Cecilia Cheung) tapi tak bisa mengungkap perasaannya. Onion mengajak kencan Autumn dan dijawab iya. Onion yang kegirangan kelewat gembira hingga ia tertabrak mobil dan mati tanpa sempat mengungkap rasa cintanya. Namun,Onion tak langsung ke surga. Ia diizinkan menyelesaikan dulu urusannya di dunia. Ia diberi waktu selama 5 hari. Memang, ia bisa melihat dan bicara kini. Tapi Autumn tak mengenalnya. Onion kembali jadi orang lain. Sementara itu, Autumn yang sedih ditinggal Onion menyadari kalau ia betulan cinta padanya. Waktu lima hari amat pendek, Onion harus mengutarakan perasaannya tanpa melanggar aturan (sebetulnya ia tak dibolehkan bilang siapa dirinya) sebelum akhirnya terbang kembali ke Polaris. Autumn tak mengira Onion datang lagi ke dunia. Ketika ia sadar waktu yang tersisa tinggal hitungan menit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

In the Mood for Love (2000) Sekarang orang lebih kenal judulnya ketimbang filmnya. Frasa "in the mood for love" kerap dipakai untuk menyatakan suasana hati yang tengah dimabuk cinta. Padahal filmnya justru punya nuansa cinta yang sendu, bukan orang yang sedang dimabuk cinta berbunga-bunga. Sutradara Wong Kar Wai (Chungking Express) menyuguhkan kehidupan Hong Kong awal 1960-an. Dikisahkan Chow Mo-Wan (Tony Leung), seorang redaktur surat kabar pindah ke sebuah apartemen bersama istrinya. Hampir bersamaan, seorang wanita muda jelita Su Lizhen (Maggie Cheung) juga pindah ke apartemen yang sama. Su pindah bersama suaminya. Belakangan, Chow dan Su mengetahui pasangan masing-masing terlibat perselingkuhan. Merasa senasib, kemudian juga timbul perasaan di antara mereka.

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Rommy RamadhanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan