5 Film Mandarin Romantis Pilihan

Mumpung masih dalam suasana Valentine sekaligus Imlek kami pilihkan film-film romantis berbahasa Mandarin

Diterbitkan 20 Februari 2015, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

In the Mood for Love

In the Mood for Love (2000)

Sekarang orang lebih kenal judulnya ketimbang filmnya. Frasa "in the mood for love" kerap dipakai untuk menyatakan suasana hati yang tengah dimabuk cinta. Padahal filmnya justru punya nuansa cinta yang sendu, bukan orang yang sedang dimabuk cinta berbunga-bunga. Sutradara Wong Kar Wai (Chungking Express) menyuguhkan kehidupan Hong Kong awal 1960-an. Dikisahkan Chow Mo-Wan (Tony Leung), seorang redaktur surat kabar pindah ke sebuah apartemen bersama istrinya. Hampir bersamaan, seorang wanita muda jelita Su Lizhen (Maggie Cheung) juga pindah ke apartemen yang sama. Su pindah bersama suaminya. Belakangan, Chow dan Su mengetahui pasangan masing-masing terlibat perselingkuhan. Merasa senasib, kemudian juga timbul perasaan di antara mereka.

Perhaps Love

Perhaps Love (2005)

Film musikal termasuk jarang sekali dibuat sineas Hong Kong. Dari yang jarang itu muncul Perhaps Love yang sering disebut sebagai Moulin Rouge!-nya perfilman Mandarin. Sutradara Peter Chan menggarapnya di tahun 2005 dan langsung jadi salah satu film laris tahun itu baik di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan plus mengoleksi 29 penghargaan berbagai festival film. Perhaps Love dibintangi Takeshi Kaneshiro, Xun Zhou, Jacky Cheung, dan Jin Hee Ji. Kisahnya dimulai saat Lin Jiang Tung (Kaneshiro), mahasiswa fakultas film, jatuh cinya pada Suen Na (Zhou Xun). Tapi kemudian, Lin harus dihadapkan memilih cinta atau karier. Lin akhirnya memilih mengejar karier. Ia melarikan diri dari hubungan cintanya. Sepuluh tahun kemudian, Suen telah jadi bintang film terkenal berkat bantuan kekasihnya Nip Man (Jacky Cheung), sutradara ternama. Di lain pihak, Lin juga sukses jadi musisi. Takdir kemudian mempertemukan Lin dan Suen. Keduanya bekerjasama menggarap sebuah komedi musikal tentang kisah cinta segitiga. Sebuah ironi karena Lin masih cinta pada Suen dan begitu sebaliknya, meski ada Nip Man di tengah-tengah mereka.

Butterfly Lovers

Butterfly Lovers (2008)

Kisah Butterfly Lovers yang aslinya cerita rakyat dari China kerap disebut setara dengan Romeo dan Juliet. Kisahnya sudah berkali-kali diceritakan dalam beragam bentuk, termasuk film. Kita di Indonesia mengenal kisahnya sebagai cerita Sampek-Engtay, ejaan Hokkian yang dianut sebagian besar keturunan Tionghoa di sini. Yang ini versi film keluaran 2008 yang dibintangi Wu Chun dan Charlene Choi. Alkisah, Liang Shanbo (Wu Chun), seorang pesilat tangguh yang ditugaskan gurunya mengawal Zhu Yingtai (Charlene Choi) pulang kembali ke rumahnya. Liang tak pernah tahu Zhu sebetulnhya adalah seorang wanita dan saat rahasia itu terbongkar, asmara tumbuh tak bisa dibendung di antara mereka. Masalahnya, Zhu sudah dijodohkan dengan Jenderal Ma ( Hu Ge). Maka, cinta mereka harus menghadapi ujian berat. Sutradara Jingle Ma Chor-Sing menggarap cerita klasik ini dengan niat penuh jadi film romantis. Tengok saja gaya visual yang dipilihnya. Pewarnaan sefia dan soft focus menambah kesan romantis. 

Looking for A Star

Looking for A Star (2009)

Siapa tak kenal Andy Lau dan Shu Qi?! Yang satu gangteng, satunya lagi seksi. Keduanya super star perfilman Hong Kong. Sutradara Andrew Lau (sebelumnya membuat Infernal Affair) berhasil mempertemukan mereka di Looking for a Star. Bersetting kota Macau nan romantis kisahnya mirip cerita Cinderella modern. Andy Lau memerankan sang pangeran yang di film ini adalah jutawan kaya yang sudah 3 kali bercerai bernama Sam. Shu Qi bak Cinderella jadi rakyat jelata yang bekerja sebagai bandar kasino sekaligus penari kabaret bernama Milan. Pasangan berlatar belakang berbeda ini kemudian jatuh cinta. Milan tak tahu pria yang dikencaninya kaya dan terkenal. Saat hubungan keduanya diendus media, Milan diburu dan hubungan cinta mereka jadi runyam. Lantas, apakah cinta mereka berlanjut? Kami biarkan Anda bertanya-tanya dan cari tahu sendiri dengan menonton filmnya. Keunggulan film ini berhasil menghadirkan suasana romantis kota Macau yang dipenuhi bangunan tua berakstektur Eropa peninggalan Portugis yang kontras dengan neon warna-warni yang memenuhi sudut kota di malam hari. (Ade/Rom)

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Rommy RamadhanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan