Bursa Asia Menguat, Kospi Melonjak 14% Didorong Saham Chip

Bursa Asia menguat setelah reli saham chip menghidupkan kembali optimisme terhadap AI. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 14%.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 08:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia menguat pada perdagangan Jumat setelah reli saham chip kembali meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Indeks Kospi Korea Selatan bahkan melonjak lebih dari 14% setelah mengalami aksi jual selama tiga hari berturut-turut.

Mengutip The Economoc Times, Jumat (31/7/2026), Kospi yang menjadi salah satu barometer investasi terkait AI bangkit ditopang saham produsen chip. Saham SK Hynix dan Samsung Electronics mencatat lonjakan seiring kembali meningkatnya minat investor terhadap sektor semikonduktor.

Penguatan juga terjadi di pasar saham Jepang. Kondisi tersebut membawa indeks MSCI Asia Pacific naik untuk hari kedua berturut-turut.

Sentimen positif di bursa Asia mengikuti reli saham semikonduktor di Wall Street. Indeks saham chip di Amerika Serikat (AS) sebelumnya mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari satu tahun.

Sementara itu, yen Jepang mempertahankan penguatannya setelah otoritas kembali mengambil langkah untuk menopang mata uang tersebut yang sebelumnya tertekan.

Perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada saham teknologi dan AI, tetapi juga kebijakan bank sentral. Setelah Bank of England mempertahankan suku bunga pada Kamis, pasar menantikan keputusan Bank of Japan (BOJ) pada Jumat.

 

Saham Teknologi Jadi Perhatian

Sektor teknologi tetap menjadi perhatian investor setelah pergerakan tajam sejumlah saham raksasa teknologi AS.

Saham Apple turun lebih dari 6% dalam perdagangan setelah jam bursa. Tekanan terjadi setelah kekurangan pasokan berdampak terhadap proyeksi penjualan perusahaan.

Berbeda dengan Apple, saham Amazon melonjak 9%. Kenaikan terjadi setelah pendapatan bisnis komputasi awan atau cloud computing perusahaan mencatat percepatan pertumbuhan selama lima kuartal berturut-turut.

Sebelumnya, saham Microsoft melesat 16%. Lonjakan tersebut menambah nilai pasar perusahaan sekitar US$ 450 miliar dalam sehari, menjadi kenaikan nilai terbesar yang pernah dicatat sebuah saham dalam satu sesi perdagangan.

Pergerakan saham-saham teknologi tersebut ikut memengaruhi sentimen terhadap bursa Asia, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan industri chip dan pengembangan AI.

Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang masih cukup kuat. Belanja konsumen dan investasi bisnis tetap solid meskipun pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan pada kuartal II.

 

Menanti Keputusan Bank of Japan

Selain perkembangan saham teknologi, fokus investor di bursa Asia tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank of Japan.

BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Jumat. Dengan keputusan tersebut telah banyak diperkirakan pasar, perhatian investor akan beralih pada pernyataan Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengenai arah kebijakan berikutnya.

Pasar akan mencermati apakah Ueda memberikan sinyal kenaikan suku bunga berikutnya dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan perkiraan sebagian besar ekonom saat ini.

Prospek kebijakan BOJ menjadi penting bagi pasar setelah yen mengalami tekanan. Mata uang Jepang mempertahankan kenaikannya setelah otoritas kembali turun tangan untuk menopang yen.

Sinyal kebijakan yang lebih ketat dari BOJ berpotensi memengaruhi pergerakan yen sekaligus sentimen di pasar saham Jepang dan kawasan Asia secara lebih luas.

Sebelumnya, Bank of England mempertahankan kebijakan suku bunganya pada Kamis. Kini, keputusan BOJ menjadi agenda bank sentral utama yang diperhatikan pelaku pasar.

Di tengah penantian tersebut, bursa Asia mendapatkan dukungan dari bangkitnya saham chip dan optimisme terhadap AI. Lonjakan Kospi serta penguatan saham Jepang membawa MSCI Asia Pacific naik selama dua hari berturut-turut.