Kapitalisasi Pasar 7 Saham Raksasa AS Merosot Rp 14.339 Triliun

Di antara tujuh saham raksasa teknologi AS, kapitalisasi pasar saham Tesla merosot US$ 200 miliar.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 17:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok saham Magnificent Seven di bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan satu hari terbesar pada Kamis, 23 Juli 2026 waktu setempat. Hal ini seiring aksi jual pasar yang dipicu tarif pada April 2025.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (24/7/2026), kapitalisasi pasar kelompok saham dengan kapitalisasi pasar terbesar yakni Microsoft, Amazon, Apple, Alphabet, Nvidia, Tesla dan Meta susut sekitar US$ 797 miliar atau Rp 14.339 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990), menurut Bloomberg.

Saham Alphabet dan Tesla memimpin penurunan, masing-masing melemah 6% dan 14%, setelah rilis kinerja kuartalan. Tesla alami penurunan kapitalisasi pasar sekitar US$ 200 miliar atau Rp 3.598 triliun.

Induk usaha Google, Alphabet meski melaporkan lonjakan pendapatan, dan pesanan yang menumpuk untuk layanan cloud, investor dikejutkan oleh pengeluaran modal untuk infrastruktur artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan menjual sahamnya.

“Anda berasa dalam siklus investasi besar, dan orang lebih memiliki berinvestasi di perusahaan, di saham yang menerima dana investasi daripada menghabiskan dana investasi,” ujar Direktur Pelaksana Evercore ISI, Mark Mahaney.

Peningkatan belanja modal Alphabet menyoroti bagaimana pelaku industri di perdagangan infrastruktur AI akan mendapat manfaat dari semua pengeluaran tersebut.

Produsen kendaraan listrik Tesla juga berencana investasi besar-besaran di bidang AI karena semakin condong ke arah robotaxi dan robot otonom, sebuah tugas yang masih membutuhkan waktu.

Northwestern Mutual Wealth Management Company Chief Investment Officer Brent Schutte menuturkan, investor harus melakukan diversifikasi ke saham yang lebih murah.

“Investor seharusnya melihat laba aktual dan membayar untuk pendapatan yang tidak bergantung pada apa yang akan terjadi di masa depan, yang mungkin terjadi atau mungkin tidak, dan saya pikir itulah selalu kisah Tesla,” ujar dia.

Penutupan IHSG pada 24 Juli 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (24/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi seiring seluruh sektor saham tertekan dan nilai transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,88% menjadi 6.196,43. Indeks saham LQ45 merosot 1,97% menjadi 614,78. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.268,53 dan level terendah 6.159,14. Sebanyak 587 saham melemah sehingga bebani IHSG. 104 saham menguat dan 105 saham diam di tempat.

 

Sektor Saham

Total frekuensi perdagangan 2.256.725 kali dengan volume perdagangan saham 37,9 miliar saham. Transaksi harian saham tidak terlalu seiring transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun. Jelang akhir pekan, nilai transaksi harian saham Rp 17,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.953.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal merosot 3,04%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 2,82%, sektor saham basic melemah 3,02%, sektor saham industri tergelincir 1,47%.

Sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,45%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,26%, sektor saham keuangan melemah 2%, sektor saham properti melemah 1,16%. Lalu sektor saham teknologi terpangkas 1,41%, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,63%, dan sektor saham transportasi merosot 2,7%.