Dividen Mayora Rp 60 Cair 7 Juli 2026, Cek Jadwal Lengkapnya

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membagikan dividen Rp 1,3 triliun yang telah diputuskan dalam RUPST Perseroan awal Juni 2026.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 1,32 triliun. Dividen yang didapatkan pemegang saham sebesar Rp 60 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (9/6/2026), PT Mayora Indah Tbk membagikan dividen sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 4 Juni 2026. Pembagian dividen tersebut mempertimbangkan data keuangan 31 Desember 2026 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,90 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 1,56 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 18,36 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 4 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 12 Juni 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 15 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 17 Juni 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 18 Juni 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 17 Juni 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 7 Juli 2026

Harga saham MYOR ditutup turun 3,55% menjadi Rp 1.630 per saham pada Senin, 8 Juni 2026. Harga saham MYOR dibuka stagnan di Rp 1.690 per saham. Saham MYOR berada di level tertinggi Rp 1.690 dan terendah Rp 1.560 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.431 kali dengan volume perdagangan saham 52.510 saham. Nilai transaksi Rp 8,4 miliar.

Kinerja Kuartal I 2026

Sebelumnya, kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) pada kuartal I 2026 menunjukkan perbaikan signifikan di sisi profitabilitas, meski penjualan bersih mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 (tidak diaudit) dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (28/4/2026), perseroan mampu mencatat lonjakan laba bersih dan efisiensi yang tercermin dari penurunan beban serta liabilitas.

Hingga 31 Maret 2026, penjualan bersih Mayora tercatat sebesar Rp 9,39 triliun, turun dibandingkan periode sama 2025 yang mencapai Rp 9,85 triliun. Meski demikian, laba kotor justru meningkat menjadi Rp 2,49 triliun dari sebelumnya Rp 2,16 triliun. Kenaikan ini berlanjut pada laba usaha yang melonjak menjadi Rp 1,17 triliun dari Rp 846,19 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak juga meningkat menjadi Rp 1,17 triliun dari Rp 869,58 miliar. Adapun laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 964,99 miliar, naik signifikan dibandingkan Rp 704,94 miliar pada 2025. Sejalan dengan itu, jumlah penghasilan komprehensif juga meningkat menjadi Rp 962,09 miliar dari Rp 719,79 miliar.

Kinerja positif ini turut mendorong laba per saham naik menjadi 42, dibandingkan 31 pada periode yang sama tahun lalu.

 

Struktur Keuangan Lebih Sehat

Dari sisi neraca, Mayora mencatat total aset sebesar Rp 28,63 triliun per 31 Maret 2026, turun dari Rp 31,37 triliun pada akhir 2025. Penurunan ini berasal dari berkurangnya aset lancar menjadi Rp 5,11 triliun dari Rp 5,84 triliun, serta sedikit penurunan aset tidak lancar menjadi Rp 10,03 triliun dari Rp 10,12 triliun.

Namun demikian, kondisi keuangan perusahaan justru terlihat lebih solid dengan penurunan liabilitas yang cukup tajam. Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 4,44 triliun dari Rp 6,29 triliun, sementara liabilitas jangka panjang menyusut menjadi Rp 5,00 triliun dari Rp 6,72 triliun. 

Secara total, liabilitas perusahaan turun menjadi Rp 9,45 triliun dari Rp 13,01 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, ekuitas Mayora mengalami peningkatan menjadi Rp 19,18 triliun per akhir Maret 2026, dibandingkan Rp 18,36 triliun pada akhir 2025.

Â