Bursa Asia Bervariasi, Kospi Cetak Rekor Tertinggi

Bursa Asia bergerak di dua arah setelah optimisme pasar terhadap negosiasi AS-Iran meningkat. Kospi Korea Selatan menyentuh rekor baru.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan bursa Asia bervariasi pada pembukaan perdagangan Selasa. Di tengah sentimen pasar global, indeks utama Korea Selatan, Kospi, berhasil mencetak rekor tertinggi baru setelah perdagangan kembali dibuka usai libur nasional.

Mengutip CNBC, Selasa (26/5/2026), penguatan pasar dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya terobosan dalam negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Presiden AS Donald Trump pada Senin menyebut proses pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan yang positif.

"Negosiasi berjalan dengan baik," kata Trump.

Namun, Trump juga menegaskan bahwa AS berpeluang kembali melakukan serangan apabila proses perundingan tidak menghasilkan kesepakatan.

Pernyataan tersebut ikut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juli turun 5,37% ke level USD 91,41 per barel. Sementara minyak acuan global Brent untuk kontrak Juli justru naik sekitar 1,75% menjadi USD 97,82 per barel.

Di tengah sentimen positif tersebut, indeks Kospi melonjak ke level tertinggi baru di angka 8.094,90 pada awal perdagangan. Sementara indeks saham kapitalisasi kecil Kosdaq ikut menguat sebesar 2,12%.

 

Ketidakpastian Geopolitik Masih Membayangi

Meski sentimen pasar cenderung positif, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian investor global.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) menyatakan pihaknya melakukan serangan yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri terhadap lokasi peluncuran rudal Iran dan kapal yang diduga berupaya menanam ranjau di wilayah selatan negara tersebut.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), David Petraeus, menilai Iran mulai menunjukkan perubahan sikap terkait Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

"Teheran tampaknya mulai melunak terkait Selat Hormuz," kata Petraeus kepada CNBC dalam UBS Asian Investment Conference, Senin.

Sementara itu, pergerakan bursa Asia lainnya bergerak bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,18% karena aksi ambil untung investor, sedangkan Topix terkoreksi 0,36%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,17% saat pembukaan perdagangan. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong juga berada di bawah posisi penutupan terakhir.