BEI Target Saham RI Balik ke Jajaran Indeks Global 

BEI mendorong lebih banyak saham di pasar modal domestik agar kembali masuk ke dalam jajaran indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 15:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk mendorong lebih banyak saham di pasar modal domestik agar kembali masuk ke dalam jajaran indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya akan membuka diskusi dengan emiten-emiten potensial sebagai bagian dari upaya meningkatkan jumlah saham Indonesia yang masuk ke indeks global tersebut.

“Akan kami ajak diskusi, bagaimana kita bisa bersama-sama untuk bisa menambah jumlah perusahaan tercatat kita yang bisa masuk ke dalam indeks global. Tentu dengan cara yang baik, dengan cara-cara yang sesuai dengan ketentuan. Kami akan memberikan dukungan untuk itu,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (25/5/2026).

Menurut Jeffrey, BEI saat ini sedang menyiapkan agenda untuk pertemuan dengan sejumlah emiten yang dinilai berpotensi memenuhi kriteria tersebut, dengan target pelaksanaan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu yang tidak lama. Kami belum bisa menyampaikan waktunya, tetapi itu sedang kami siapkan di internal,” ujar Jeffrey.

Ia menjelaskan, emiten yang akan diajak berdiskusi adalah perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang memenuhi ambang batas penyedia indeks global, serta didukung tingkat likuiditas perdagangan yang memadai.

“Kita lihat yang market cap-nya itu ada di range yang harusnya bisa masuk (indeks), yang tingkat likuiditasnya cukup baik, itu nanti kita ajak diskusi,” ujar Jeffrey.

Lebih lanjut, BEI juga menegaskan bahwa langkah tersebut akan tetap mengacu pada ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan secara terbuka oleh masing-masing penyedia indeks global.

“Tentu kita akan mengikuti ketentuan yang secara terbuka disampaikan oleh global index provider. Kriteria-kriteria dari perusahaan yang bisa atau eligible untuk masuk,” ujar Jeffrey. 

IHSG Tertekan, Bos OJK: Investasi di Pasar Modal Buat Jangka Panjang

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menilai, investasi ke pasar modal Indonesia merupakan jangka panjang. Kekuatan fundamental ekonomi untuk mendorong pertumbuhan jadi kunci penting.

Friderica menyadari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang terkoreksi yang dipicu sejumlah faktor termasuk sentimen global.

"Sebagaimana kita pahami dengan dinamika yang ada saat ini, berbarengan dengan reformasi integritas yang kita lakukan di sektor pasar modal Indonesia, kemudian ditambah dengan dinamika global dan sebagainya, memang kita melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita saat ini pada posisi yang terkoreksi," kata Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Merespons kondisi ini, Friderica menyampaikan kalau investasi di pasar modal Indonesia maupun investasi lainnya merupakan untuk jangka panjang. Dengan demikian, kekuatan fundamental ekonomi Indonesia menjadi penting.

"Namun demikian, kita menyampaikan bahwa investasi di pasar modal, investasi di Indonesia adalah investasi jangka panjang. Karena itu kita harus terus melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depan," ungkap dia. 

Beberapa upaya dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tadi. Mulai dari meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan hingga penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM.

"Kemudian pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Kalau kita melihat dengan target pertumbuhan ekonomi, tentunya misalnya di tahun 2027, data dari Bappenas menyampaikan bahwa Indonesia butuh angka yang cukup besar untuk pembiayaan mendukung sektor pertumbuhan ekonomi kita," beber Friderica.

Waktu Investor Masuk

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada Rabu pagi, dibuka melemah 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94 setelah pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Meski pasar melemah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru menilai kondisi tersebut dapat menjadi momentum menarik bagi investor untuk mulai masuk secara selektif ke pasar saham domestik.

“Jadi, ini juga menunjukkan sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan, katakanlah, perbaikan kinerja dari waktu-waktu ke depannya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers Pengumuman Rebalancing MSCI, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Hasan mengatakan, pelemahan indeks yang terjadi masih berada dalam batas koreksi wajar dan tidak menunjukkan adanya kepanikan di pasar.

"Masih dalam batasan koreksi yang rentang yang wajar.Kemudian, tadi frekuensi dan volume serta nilai transaksi juga cukup baik. Secara rata-rata tidak ada perbedaan normal dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap IHSG saat ini turut dipengaruhi dinamika global, termasuk tensi geopolitik dan dampak rebalancing MSCI. Namun di balik koreksi tersebut, valuasi pasar saham Indonesia dinilai kini semakin kompetitif dibandingkan pasar regional lainnya.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • MSCI
  • FTSE Russell