IHSG Diprediksi Menguat, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Mei 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat di kisaran 6.850-7.000. Simak strategi rekomendasi saham hari ini pada Selasa, (12/5/2026).

Diterbitkan 12 Mei 2026, 07:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Selasa, (11/5/2026). IHSG hari ini rawan koreksi ke posisi 6.645-6.838, dan jika menguat akan kembali menguji 6.972-7.012. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,92% ke 6.905 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun sempat break dari support krusial pada perdagangan saham Senin, 11 Mei 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2).

“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan meskipun menguat nampaknya akan menguji kembali 6.972-7.012,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.838,6.745 dan level resistance 7.069,7.207.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.850-7.000 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness

Saham ANTM menguat 1,93% ke 3.700 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.

“Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini berada di awwal wave C dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.640-3.700

Target Price: 3.890, 4.110

Stoploss: below 3.530

 

2.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) - Trading Buy

Saham KLBF terkoreksi 3,26% ke 890 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksinya pun berada di bawah MA20. Herditya menuturkan, saat ini, pihaknya memperkirakan posisi KLBF berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) dari wave [Y].

Trading Buy: 870-880

Target Price: 970, 1.010

Stoploss: below 850

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Buy on Weakness

Saham MDKA menguat 3,24% ke 2,870 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi MDKA sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iii] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.500-2.730

Target Price: 2.980, 3.100

Stoploss: below 2.450

 

4.PT Petrosea Tbk (PTRO) - Buy on Weakness

Saham PTRO terkoreksi 2,57% ke 4.920 dan masih didominasi oleh tekanan jual, dengan volume yang mengecil. “Posisi PTRO saat ini diperkirakan berada di akhir wave (B) dari wave [B],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 4.530-4.850

Target Price: 5.575, 6.675

Stoploss: below 4.130

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 11 Mei 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan saham Senin, (11/5/2026). Koreksi IHSG hari ini berkurang di tengah mayoritas sektor saham memerah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 0,92% menjadi 6.905,62. Indeks saham LQ45 turun 1,26% menjadi 668,63. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.001,67 dan level terendah 6.846,63. Sebanyak 442 saham melemah sehingga bebani IHSG. 251 saham menguat dan 125 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.828.205 kali dengan volume perdagangan saham 41,5 miliar saham.  Nilai transaksi harian saham Rp 20,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.396.

Dari 11 sektor saham, satu sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi turun 2,88%, dan catat koreksi terbesar. Disusul sektor saham energi melemah 2,02%, sektor saham basic susut 0,19%. Kemudian, sektor saham industri terpangkas 1,46%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,13%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,88%.

Lalu sektor saham kesehatan merosot 1,05%, sektor saham keuangan terpangkas 1,74%, sektor saham properti melemah 0,80%, sektor saham teknologi terperosok 0,53%.