IHSG Diprediksi Merosot, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 5 Mei 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis pada awal pekan. Berikut prediksi kisaran IHSG dan rekomendasi saham pada Selasa, (5/5/2026).

Diterbitkan 05 Mei 2026, 07:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi pada perdagangan saham Selasa, (5/5/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.645-6.838. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,22% ke 6.971 tetapi masih masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 4 Mei 2026.

"Posisi pergerakan IHSG saat ini berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2),” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.838,6.745 dan level resistance 7.022,7.240 pada Selasa pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 6.870-7.000 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan saham yang menjadi pertimbangan antara lain saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Spec Buy

Saham BUVA menguat 0,95% ke 1.060 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BUVA saat ini berada di akhir wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Spec Buy: 965-1.035

Target Price: 1.155, 1.270

Stoploss: below 925

 

2.PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) - Buy on Weakness

Saham SMGA menguat 7,87% ke 96 dan disertai dengan tingginya volume pembelian, pergerakan SMGA pun belum mampu menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi SMGA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B) pada label hitam,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 86-93

Target Price: 108, 113

Stoploss: below 84

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) - Buy on Weakness

Saham SRTG menguat 2,51% ke 1.840 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi SRTG saat ini berada pada bagian dari wave (i) dari wave [iii] dari wave 3.

Buy on Weakness: 1.770-1.820

Target Price: 1.865, 1.955

Stoploss: below 1.720

 

4.PT  Bukit Asam Tbk (PTBA) - Buy on Weakness

Saham PTBA menguat 2,79% ke 2.950 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Saat ini, posisi PTBA diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4.

Buy on Weakness: 2.720-2.820

Target Price: 3.020, 3.120

Stoploss: below 2.660

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 4 Mei 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan saham Senin, (4/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,22% menjadi 6.971,95. Indeks saham LQ45 menguat 0,78% menjadi 674,55. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.069,69 dan level terendah 6.946,05. Sebanyak 357 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 327 saham menguat dan 134 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.441.859 kali dengan volume perdagangan saham 60,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.385.

Dari 11 sektor saham, empat sektor saham menguat. Sektor saham consumer siklikal bertambah 2,53%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,53%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,96% dan sektor saham industri menguat 0,03%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 1,63%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 1,2%, sektor saham basic melemah 0,69% dan sektor saham keuangan turun tipis 0,16%.

Selain itu, sektor saham properti susut 0,01%, sektor saham teknologi terpangkas 1,56%, sektor saham transportasi melemah 1,52%.

 

Gerak Saham

Harga saham DILD susut 0,77% menjadi Rp 129 per saham. Saham DILD dibuka stagnan di Rp 130 per saham. Harga saham DILD berada di level tertinggi Rp 131 dan terendah Rp 128 per saham. Total frekuensi perdagangan 869 kali dengan volume perdagangan saham 262.728 saham. Nilai transaksi Rp 3,4 miliar.

Harga saham GOTO melemah 5,56% menjadi Rp 51 per saham. Saham GOTO dibuka turun empat poin menjadi Rp 50 per saham. Harga saham GOTO berada di level tertinggi Rp 51 dan level terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 90.258 kali dengan volume perdagangan 264.755.696 saham.Nilai transaksi harian saham Rp 1,3 triliun.

Harga saham PIPA melemah 2,19% menjadi Rp 134 per saham. Saham PIPA dibuka stagnan di Rp 137 per saham. Harga saham PIPA berada di level tertinggi Rp 140 dan terendah Rp 134 per saham. Total frekuensi perdagangan 914 kali dengan volume perdagangan saham 52.810 saham. Nilai transaksi Rp 722,3 juta.