Liputan6.com, Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatat pertumbuhan penjualan dan laba hingga kuartal pertama 2026.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/5/2026), PT Sariguna Primatirta Tbk meraup penjualan bersih Rp 774,39 miliar hingga kuartal pertama 2026, naik 15,77% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 668,90 miliar.
Beban pokok penjualan bertambah 22,5% menjadi Rp 335,78 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 273,99 miliar.
Advertisement
Laba bruto perseroan naik 15,95% menjadi Rp 438,61 miliar hingga Maret 2026. Pada periode sama tahun lalu, perseroan meraup laba bruto Rp 394,90 miliar.
Beban penjualan naik menjadi Rp 230,02 miliar hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 204,92 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 40,78 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 33,44 miliar. Beban keuangan susut menjadi Rp 6,58 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,04 miliar.
Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 2,8% menjadi Rp 119,81 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 116,50 miliar. Laba konsolidasi bertambah 5,15% menjadi Rp 122,55 miliar hingga kuartal pertama 2026. Pada periode sama tahun lalu, perseroan meraup laba konsolidasi Rp 116,54 miliar.
Laba per saham dasar naik menjadi Rp 4,99 hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,85. Total ekuitas naik menjadi Rp 2,43 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 Rp 2,31 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 826,47 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 Rp 706,66 miliar. Aset perseroan naik menjadi Rp 3,26 triliun hingga Desember tahun lalu Rp 3,01 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 62,99 miliar.
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), produsen air minum dalam kemasan Cleo mencatat kinerja keuangan bervariasi pada 2025. Perseroan mencatat kenaikan penjualan tetapi laba turun sepanjang 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (1/4/2026), PT Sariguna Primatirta Tbk meraup penjualan Rp 2,82 triliun pada 2025. Penjualan perseroan naik 4,77% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,69 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari segmen boto dengan penjualan menembus Rp 1,57 triliun, disusul segmen nonbotol dengan perolehan Rp 1,2 triliun. Kedua segmen bisnis juga mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing sebesar 5% dan 3% Year on Year (YoY) yang mencerminkan permintaan pasar yang tetap terjaga.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 17,9% dari Rp 465,15 miliar pada 2024 menjadi Rp 381,82 miliar pada 2025.
"Di tengah pasar AMDK yang semakin kompetitif, kami bersyukur CLEO masih menunjukkan ketangguhan dengan menorehkan capaian penjualan yang positif, didukung produk yang variative dan jaringan distribusi yang dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman bagi pelanggan,” kata CEO CLEO, Melisa Patricia dalam keterangan resmi.
Adapun perseroan mencatat beban pokok penjualan naik 10,66% menjadi Rp 1,24 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,12 triliun.
Sementara itu, laba bruto naik 0,55% menjadi Rp 1,58 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,57 triliun.
Beban penjualan perseroan naik menjadi Rp 891,92 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 780,55 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 141,33 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 131,08 miliar. Beban keuangan turun menjadi Rp 27,22 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 30,74 miliar.
Advertisement
Aset Perseroan
Laba sebelum beban pajak penghasilan turun 17,9% dari Rp 604,83 miliar pada 2024 dari Rp 496,08 miliar pada 2025. Seiring hal itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan turun 17,9% menjadi Rp 381,82 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 465,15 miliar. Laba per saham dasar turun menjadi Rp 16 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 19.
Total ekuitas perseroan naik 19,8% menjadi Rp 2,31 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,92 triliun. Liabilitas turun 3,67% menjadi Rp 706,66 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 733,61 miliar. Aset perseroan 13,3% menjadi Rp 3,01 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,66 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 32,31 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 48,04 miliar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935920/original/023277800_1570705755-20191010-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1928750/original/000486300_1519376905-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)