Rekomendasi Saham Hari Ini 30 April 2026: MAPI, AKRA, ELSA, EMAS, FORE, hingga TINS

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada Kamis, (30/4/2026).

Diterbitkan 30 April 2026, 09:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi merosot pada perdagangan saham Kamis, (30/4/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,41% disertai dengan asing jual saham Rp 987 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BMRI, BBCA, BBRI, ANTM dan PTRO.

“IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.900-7.000 dan level resistance 7.120-7.200 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Kiwom Sekuritas Indonesia menyebutkan, perdagangan saham akan berjalan lebih lambat dari biasanya seiring lebih banyak pelaku pasar dan investor wait and see. Apalagi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin merosot ke 17.300.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), dan PT Timah Tbk (TINS).

Trading Idea hari ini: MAPI, AKRA, ELSA, EMAS, FORE, dan TINS

  • MAPI Spec Buy dengan area beli di 1260-1290, cutloss di bawah 1260. Target dekat di 1325-1365.
  • AKRA Spec Buy dengan area beli di 1530-1550, cutloss di bawah 1510. Target dekat di 1570-1600.
  • ELSA Spec Buy dengan area beli di 810-830, cutloss di bawah 800. Target dekat di 850-875.
  • EMAS Spec Buy dengan area beli di 9400-9475, cutloss di bawah 9325. Target dekat di 9550-9650.
  • FORE Spec Buy dengan area beli di 930-945, cutloss di bawah 915. Target dekat di 965-985.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3560-3610, cutloss di bawah 3540. Target dekat di 3670-3730.    

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 29 April 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (29/4/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus 17.300 dan transaksi  harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,41% menjadi 7.101,22. Indeks saham LQ45 bertambah 0,27% menjadi 684,14. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Namun, investor asing melepas saham Rp 1,19 triliun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG menguat terbatas karena aksi beli saat harga murah (bargain hunting) mengangkat sentimen, sementara kenaikan signifikan pada kontrak berjangka saham AS turut memberikan dukungan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini.

“Dari dalam negeri, di sisi lain, penguatan indeks tertahan oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data domestik penting pada akhir pekan, termasuk inflasi periode April 2026 dan neraca perdagangan Maret 2026,” ujar dia dikutip dari Antara.

Dari global, bursa regional Asia bergerak variatif seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang kembali meningkat, menjelang rencana pertemuan bulan depan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

AS meningkatkan pengawasan terhadap hubungan China dengan Iran, dengan menjatuhkan sanksi pada sebuah kilang besar, serta memperingatkan bank-bank China tentang kemungkinan sanksi sekunder jika mereka terus memfasilitasi aktivitas yang terkait dengan Iran.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.126,06 dan level terendah 7.063,99. Sebanyak 379 saham menguat sehingga angkat IHSG. 282 saham melemah dan 154 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.454.212 kali dengan volume perdagangan saham 43 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.314.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham tertekan. Sektor saham basic melemah 1,08% dan sektor saham kesehatan turun 0,09%. Sementara itu, sektor saham industri melonjak 2,41%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur melambung 1,48% dan sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,45%.

Selain itu, sektor saham energi mendaki 0,45%, sektor saham consumer siklikal melesat 0,84%, sektor saham keuangan bertambah 1,04%. Di sisi lain, sektor saham properti mendaki 0,39%, sektor saham teknologi menanjak 0,82% dan sektor saham transportasi meroket 0,31%.