Strategi Baru ASLI, Bidik Kontrak Rp 710 Miliar dan Ekspansi ke Luar Jawa

ASLI menargetkan kontrak Rp 710 miliar pada 2026 dengan fokus proyek pemerintah dan BUMN serta ekspansi nasional.

Diterbitkan 28 April 2026, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Emiten perusahaan konstruksi PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 710 miliar pada 2026. Target ini menjadi bagian dari strategi pemulihan dan pertumbuhan bisnis. Manajemen memaparkan arah transformasi strategis pasca perubahan struktur perusahaan, termasuk roadmap pertumbuhan dan strategi bisnis ke depan guna memperkuat posisi ASLI sebagai perusahaan konstruksi nasional.

Direktur Utama ASLI, Agus Karianto, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan merupakan langkah penting untuk memperkuat fundamental bisnis.

“ASLI berkomitmen untuk menjalankan transformasi ini secara disiplin dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dikutip Selasa (28/4/2026).

Perseroan kini memasuki fase transformasi strategis dengan arah yang lebih terstruktur sebagai respons terhadap dinamika industri konstruksi yang terus berkembang. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

 

Fokus Proyek Nasional dan Ekspansi Wilayah

Dalam roadmap pertumbuhan, ASLI menargetkan ekspansi proyek secara nasional, termasuk ke wilayah di luar Pulau Jawa dan kawasan Indonesia timur.

Target kontrak Rp710 miliar tersebut akan didominasi proyek dari BUMN sebesar 48,8% dan APBN sebesar 45,6%. Sisanya berasal dari proyek internal sebesar 2,2% dan sektor lainnya 3,4%.

Proyek-proyek tersebut direncanakan tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku dan Papua.

Ke depan, ASLI akan fokus memperkuat pipeline proyek, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

 

Transformasi, Digitalisasi, dan Rebranding

Selain ekspansi proyek, ASLI juga mendorong peningkatan produktivitas melalui modernisasi alat, digitalisasi proses konstruksi, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi biaya dan ketepatan waktu proyek.

Perseroan juga menyiapkan rencana jangka menengah dan panjang yang mencakup penguatan lini usaha, peningkatan kapasitas bisnis, serta perluasan jangkauan operasional.

Sebagai bagian dari transformasi, ASLI juga melakukan rebranding perusahaan, termasuk pembaruan logo, visi dan misi, serta penguatan nilai inti perusahaan.

“Secara strategis, Perseroan menjalankan langkah terintegrasi yang mencakup penguatan pemasaran melalui ekspansi pasar dan kerja sama operasi, peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi metode kerja, pengelolaan keuangan yang disiplin melalui optimalisasi aset dan pengendalian biaya, pengembangan sumber daya manusia berbasis talent development, penerapan manajemen risiko yang terstruktur, serta penguatan sistem mutu dan K3L yang mengacu pada standar internasional,” tambah Agus.