Dirut Mulia Boga Raya Beli 200.900 Saham KEJU, Ini Tujuannya

Dirut PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) Indrasena Patmawidjaja kini mengenggeam 1.699.400 saham KEJU.

Diterbitkan 20 April 2026, 08:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) Indrasena Patmawidjaja menambah kepemilikan saham KEJU secara bertahap. Aksi beli saham KEJU ini dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (20/4/2026), Direktur Utama Mulia Boga Raya, Indrasena Patmawidjaja membeli saham KEJU dalam enam kali transaksi pada 9 April-14 April 2026. Ia membeli 200.900 saham KEJU dengan harga Rp 505-Rp 520 per saham. Total nilai pembelian saham KEJU sebesar Rp 103,09 juta.

Setelah transaksi pembelian saham KEJU, ia memiliki 1.699.400 saham KEJU atau setara 0,03%. Sebelumnya, ia memiliki 1.498.500 saham KEJU atau setara 0,03%.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Berdasarkan data google finance, harga saham KEJU ditutup di posisi Rp 555 per saham pada Jumat, 17 April 2026.Harga saham KEJU berada di level tertinggi Rp 560 dan level terendah Rp 550 per saham. Total kapitalisasi pasar saham Rp 3,12 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup menguat terbatas 0,17% menjadi 7.634. Indeks saham LQ45 menanjak 0,20% ke level 758,86. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.637,85 dan level terendah 7.607,96. Sebanyak 337 saham melemah sehingga menekan IHSG. 323 saham menguat dan 160 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.330.657 kali dengan volume perdagangan saham 41 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.176.

Jelang akhir pekan ini, mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham properti bertambah 1,98% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham transportasi naik 1,6% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,79%.

Selain itu, sektor saham basic mendaki 0,24%, sektor saham industri naik 0,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,57%, sektor saham teknologi bertambah 0,50%.

Sementara itu, sektor saham energi turun 0,04%, sektor saham consumer siklikal susut 0,46%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,09% dan sektor saham keuangan turun 0,34%.

Bel SA Rampungkan Penawaran Tender Wajib Saham KEJU

Sebelumnya, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) mengumumkan laporan hasil penawaran tender wajib yang digelar Bel SA. Hal ini setelah perusahaan asal Prancis ini membeli 1,26 miliar atau setara 22,5% saham KEJU dan melakukan penawaran tender wajib sebanyak 229,85 juta saham KEJU atau 4,09% dari modal ditempatkan dan disetor penuh KEJU.

Pelaksanaan tender wajib ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 9/POJK.04/2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (30/12/2025), Bel SA melakukan penawaran tender wajib pada 14 November 2025-13 Desember 2025. Transaksi atas penawaran tender wajib tersebut dirampungkan oleh Bel SA pada 23 Desember 2025.

Pada saat penawaran tender wajib, Bel SA membeli sebanyak 43.950 saham KEJU yang mewakili 0,00078% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor KEJU, yang dimiliki oleh pemegang saham.

Setelah tender wajib tersebut, Bel SA masih memegang saham mayoritas sebesar 22,50%.

"Tidak ada dampak dari kejadian atau informasi tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 29 Desember 2025, harga saham KEJU merosot 1,59% ke posisi Rp 620 per saham. Saham KEJU berada di level tertinggi Rp 630 dan level terendah Rp 615 per saham. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 3,49 triliun.

 

Perusahaan Makanan Asal Prancis Bel SA Borong Saham KEJU, Segini Nilainya

Sebelumnya, perusahaan makanan asal Prancis Bel S.A membeli 1,26 miliar saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) pada 8 Agustus 2025.

Bel S.A membeli saham KEJU dengan harga Rp 560 per saham sehingga nilai pembelian mencapai Rp 708,75 miliar. Jumlah saham yang dibeli sebanyak 1.265.625.000 saham atau setara 22,5%.

“Tujuan transaksi pembelian saham dengan status kepemilikan langsung,” demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (13/8/2025).

Setelah transaksi Bel S.A mengenggam 1,26 miliar saham atau 22,5% saham KEJU dari sebelumnya tidak memiliki saham KEJU.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025, saham KEJU ditutup naik 16,26% ke posisi Rp 715 per saham. Harga saham KEJU dibuka bertambah 15 poin ke posisi Rp 630 per saham. Saham KEJU berada di level tertinggi Rp 735 dan level terendah Rp 620 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.112 kali dengan volume perdagangan 209.963 saham. Nilai transaksi Rp 14,2 miliar.

Bel S.A merupakan perusahaan asal Prancis yang menyediakan produk makanan mulai dari susu, keju, mentega, buah-buahan, sayuran dan minuman. Perusahaan ini sebagai bisnis keluarga dengan memiliki catatan sejarah lebih dari 150 tahun sekaligus pemain internasional terkemuka di industri makanan.

Sebelumnya manajemen KEJU menyatakan perusahaan pemegang saham pengendali Perseroan yakni PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dan Bel S.A telah menandatangani framework agreement pada 6 Agustus 2025 terkait rencana kerja sama strategis yang dapat mengakibatkan Bel, secara bersama-sama dengan Garudafood menjadi pengendali Perseroan.