IHSG Berpeluang Naik, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 15 April 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di kisaran 7.488-7.861 pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Berikut rekomendasi saham-nya.

Diterbitkan 15 April 2026, 07:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan saham Rabu, (15/4/2026). Apa saja rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan 2,34% menjadi 7.675 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat pada perdagangan Selasa, 14 April 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A label hitam atau bagian dari wave B pada label merah. Ia menuturkan, hal itu akan membawa IHSG ke posisi 7.700-7.843 sekaligus menguji area resistance-nya.

“Cermati area koreksi terdekat yang berada di 7.587-7.639,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.488,7.351 dan level resistance 7.700,7.861 pada Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 7.500-7.850.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT PAM Mineral Tbk (NICL), dan PT Timah Tbk (TINS)

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Spec Buy

Saham BBNI menguat 1,63% ke 3.740 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (5),” ujar Herditya.

Spec Buy: 3.690-3.730

Target Price: 3.850, 3.950

Stoploss: below 3.660

 

2.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness

Saham HRTA menguat 2,82% ke 2.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan MA60. “Kami memperkirakan, posisi HRTA sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 2.480-2.540

Target Price: 2.760, 2.900

Stoploss: below 2.450

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT PAM Mineral Tbk (NICL) - Buy on Weakness

Saham NICL menguat 3,19% ke 970 dan masih disertai dengan volume pembelian yang meningkat. Herditya menuturkan, posisi NICL saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave A dari wave (B).

Buy on Weakness: 910-950

Target Price: 1.010, 1060

Stoploss: below 880

 

4.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS menguat 7,05% ke 3.950 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. Saat ini, posisi TINS diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (B).

Buy on Weakness: 3.780-3.910

Target Price: 4.110, 4.260

Stoploss: below 3.670

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 14 April 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat signifikan pada perdagangan saham  Selasa, (14/4/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan nilai transaksi harian di atas Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini melompat 2,34% menjadi 7.675,95. Indeks saham LQ45 bertambah 2,41% menjadi 764,31. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.686,35 dan level terendah 7.592,74. Sebanyak 548 saham menguat sehingga angkat IHSG. 151 saham melemah dan 119 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.108.648 kali dengan volume perdagangan saham 53,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.114.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah. Sektor saham consumer siklikal turun 0,95% dan sektor saham teknologi terpangaks 0,37%.

 

Sektor Saham

Sementara itu, sektor saham infrastruktur melambung 5,62%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 4,47%, sektor saham energi mendaki 3,68% dan sektor saham basic menanjak 3,55%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 1,5%, sektor saham kesehatan melompat 0,24%, sektor saham keuangan bertambah  1,12%, sektor saham properti bertambah 1,88%, sektor saham transportasi menanjak 3,2%.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham BMRI naik 2,39% menjadi Rp 4.710 per saham. Harga saham BMRI dibuka naik 70 poin ke posisi Rp 4.670 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.720 dan level terendah Rp 4.650 per saham. Total frekuensi perdaganagn 18.866 kali dengan volume perdagangan saham 1.387.257 saham. Nilai transaksi Rp 650,4 miliar.