Saham Asia Pasifik: Bursa Jepang dan Korea Selatan Dibuka Naik

Simak gerak saham Asia Pasifik hari ini 6 April 2026.

Diterbitkan 06 April 2026, 08:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Jepang dan Korea Selatan naik pada hari Senin. Sementara itu, sebagian besar pasar Asia tutup karena libur. Investor masih mencermati perkembangan terbaru dalam konflik Timur Tengah selama akhir pekan.

Dikutip dari CNBC, Senin (6/4/2026), indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 0,62%, dan indeks saham Topix yang lebih luas naik 0,23%.  

Indeks saham unggulan Korea Selatan, Kospi, naik 1,8%. Sementara indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, naik 0,98%.

Banyak pasar di Asia tutup pada hari Senin karena hari libur, seperti Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong yang merayakan Paskah, sementara Tiongkok daratan dan Taiwan merayakan Festival Qingming, yaitu hari libur membersihkan makam. 

Pada hari Minggu, Presiden Donald Trump mengeluarkan serangkaian ancaman baru untuk menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran mulai hari Selasa, jika Teheran gagal membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya.

Jalur penyeimbang minyak utama antara Iran dan Semenanjung Arab menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang antara AS-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari.

Dalam unggahan media sosial yang penuh dengan kata-kata kasar, Trump bersumpah akan membawa “Neraka” ke Iran setelah pasukan AS menyelamatkan seorang pilot Amerika di Iran pekan lalu.

Ia kemudian mengunggah tentang tenggat waktu “Selasa pukul 8 malam Waktu Bagian Timur” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Gedung Putih pada hari Minggu mengatakan kepada MS NOW bahwa tanggal tersebut adalah tenggat waktu baru bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.

 

 

Trump mengatakan dia akan mengadakan konferensi pers bersama Militer di Ruang Oval pada pukul 1 siang hari Senin.

Iran Tolak Buka Selat Hormuz

Iran menolak ultimatum Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa jalur air penting itu hanya akan dibuka kembali sepenuhnya setelah kerusakan akibat perang diganti rugi . Teheran terus melakukan serangan terhadap target ekonomi dan infrastruktur di wilayah Teluk yang berdekatan, termasuk markas besar minyak Kuwait.

Delapan negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya menaikkan kuota produksi mereka pada hari Minggu sebesar 206.000 barel per hari untuk bulan Mei, meskipun langkah tersebut tampaknya lebih bersifat simbolis karena perang telah membatasi pengiriman dari beberapa negara anggota.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei naik 2,57% menjadi $114,11 per barel. Patokan internasional minyak mentah Brent naik sekitar 2,62% menjadi USD 111,65 per barel.