Miliarder Warren Buffett Ingin Beli Saham Apple Lagi

Miliarder Warren Buffett menuturkan telah menjual saham Apple terlalu cepat. Ia ingin menjadikan saham Apple dengan kepemilikan terbesar.

Diterbitkan 03 April 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder sekaligus pendiri Berkshire Hathaway Warren Buffett mengatakan menjual saham Apple terlalu cepat. Ia akan membeli lagi saham Apple, meskipun bukan di pasar saat ini.

“Saya menjualnya terlalu cepat. Tapi, saya membelinya bahkan lebih cepat lagi,” ujar Buffett kepada CNBC, dikutip Jumat, (3/4/2026).

Kepemilikan saham Apple oleh Berkshire Hathaway termasuk terbesar bahkan setelah memangkas kepemilikan menjadi USD 61,96 miliar pada akhir tahun lalu, berdasarkan InsiderScore.

Namun, Buffett menuturkan akan terus menambah posisi itu jika harganya lebih murah. Ia mengatakan, produsen iPhone itu belum menarik bahkan setelah jatuh lebih dari 14% dari harga tertinggi baru-baru ini, dan turun lebih dari 6% bulan ini. Hal itu terjadi di tengah gejolak pasar lebih luas seiring indeks Dow Jones dan Nasdaq melemah.

"Saya sangat senang menjadikannya sebagai kepemilikan terbesar kami,” ujar Buffett.

"Saya tidak senang jika ukurannya hampir sama besarnya dengan gabungan semua aset lainnya,” ia menambahkan.

“Bukan tidak mungkin Apple akan mencapai harga tertentu, dan kami akan membeli banyak sahamnya. Namun, tidak di pasar saat ini,” ujar dia.

Buffett menuturkan, perusahaan telah menghasilkan lebih dari USD 100 miliar dari saham sebelum pajak dan memberikan komentar positif mengenai kepemimpinan Tim Cook di perusahaan itu dibandingkan Steve Jobs.

“Tim Cook telah melakukan yang lebih baik dengan timnya. Steve Jobs, dia tidak mungkin melakukan apa yang dilakukan Steve Jobs, tetapi Steve Jobs memberinya tim yang tidak akan bisa dilakukan Steve dengan sebaik itu,” ujar dia.

Ia menuturkan, Tim Cook merupakan manajer yang fantastis dan orang baik. “Dan entah bagaimana dia bisa bergaul dengan semua orang di dunia. Itu adalah teknik yang tidak akan saya miliki, tentu saja mitra saya Charlie Munger, tidak akan memilikinya,” kata dia.

Warren Buffett mengundurkan diri sebagai CEO Berkshire Hathaway pada awal 2026 setelah enam dekade memimpin Berkshire. Ia tetap menjabat sebagai chairman.

Warren Buffett Pangkas Kepemilikan Saham di Apple hingga Bank of America

Sebelumnya, Investor legendaris Warren Buffett, melalui perusahaan investasinya Berkshire Hathaway, telah membuat keputusan signifikan dengan mengurangi kepemilikan sahamnya di Apple Inc.

Perusahaan investasi Berkshire Hathaway milik Warren Buffett memangkas kepemilikan saham di Apple menjadi 238,2 juta saham dari 280 juta pada kuartal ketiga 2025. Namun, Apple tetap menjadi kepemilikan saham terbesar Berkshire senilai USD 60,7 miliar atau sekitar Rp 1;014 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.712).Demikian mengutip Channel News Asia, Minggu (16/11/2025).

Di sisi lain, Berkshire Hathaway mengungkapkan kepemilikan sahamnya sebesar USD 4,3 miliar atau Rp 71.86 triliun di perusahaan induk usaha Google, Alphabet.

Dalam laporan yang diajukan kepada the US Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa AS, Berkshire menyatakan memiliki 17.85 juta saham Alphabet, induk usaha Google per 30 September 2025.

Investasi Berkshire di Alphabet, yang menjadi kepemilikan saham terbesar ke-10 di AS, cukup mengejutkan mengingat gaya investasi nilai Buffett yang biasa dan keengganannya terhadap perusahaan teknologi.

Buffett menganggap Apple, yang memproduksi iPhone, lebih sebagai perusahaan produk konsumen.

 

 

 

Menyesal Tidak Investasi Lebih Awal

Tidak jelas apakah Buffett, manajer portofolionya Todd Combs dan Ted Weschler, atau calon CEO Greg Abel, melakukan pembelian tertentu, meskipun Buffett biasanya melakukan investasi yang lebih besar.

Pada rapat umum pemegang saham tahunan Berkshire tahun 2019, Buffett dan mendiang Wakil Ketua Charlie Munger menyesalkan tidak berinvestasi di Google lebih awal.

Buffett mengatakan model periklanan Google memiliki kemiripan dengan yang berhasil untuk unit asuransi mobil Geico milik Berkshire.

"Kami mengacau," kata Munger.

"Dia bilang kami gagal," jawab Buffett.

Saham Alphabet naik 1,7 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. Harga saham seringkali naik ketika Berkshire mengungkapkan kepemilikan saham baru, mencerminkan apa yang dianggap investor sebagai persetujuan Buffett.

Adapun laporan kepemilikan saham itu mencantumkan kepemilikan saham Berkshire yang tercatat di bursa Amerika Serikat (AS) per 30 September, yang mencakup sebagian besar portofolio sama tersebut senilai USD 283,2 miliar atau Rp 4.733 triliun.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Apple adalah sebuah industri visioner yang merevolusi industri komputer, musik, dan komunikasi seluler.
    Apple adalah sebuah industri visioner yang merevolusi industri komputer, musik, dan komunikasi seluler.
    Apple
  • liputan6
    Warren Buffet adalah salah satu investor yang juga masuk ke dalam jajaran miliarder dunia.
    Warren Buffett
  • liputan6
    Miliarder adalah seseorang yang memiliki kekayaan bersih setidaknya satu miliar (1.000.000.000 atau seribu juta) unit mata uang tertentu.
    Miliarder
  • liputan6
    Berkshire Hathaway merupakan perusahaan milik miliarder ternama Warren Buffet.
    Berkshire Hathaway
  • Saham Apple