BEI Suspensi Saham ZINC Usai Dua Kali Dapat Opini Disclaimer

BEI menghentikan sementara atau suspensi saham PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) terkait laporan keuangan perseroan.

Diterbitkan 02 April 2026, 11:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indoneesia (BEI) kembali mengambil langkah tegas terhadap emiten yang dinilai tidak memenuhi standar keterbukaan dan kualitas laporan keuangan. BEI resmi menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC).

Kebijakan suspensi ini mulai berlaku pada Kamis, 2 April 2026, dan dilakukan demi menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, serta efisien di pasar modal Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (2/4/2026) Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari, menjelaskan keputusan suspensi didasarkan pada sejumlah dokumen resmi yang disampaikan perseroan terkait laporan keuangan tahunan.

BEI mencatat PT Kapuas Prima Coal Tbk telah menyampaikan laporan keuangan tahunan per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025. Namun, dari laporan keuangan auditan tersebut, perseroan memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer) dari akuntan publik.

"Ketentuan III.1.1. Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-L tentang Suspensi Efek, Perseroan telah memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer) dari Akuntan Publik sebanyak 2 kali berturut-turut berdasarkan Laporan Keuangan Auditan per 31 Desember 2025 dan per 31 Desember 2024," ujar Pande.

Opini disclaimer sendiri merupakan sinyal serius di pasar modal, karena menunjukkan auditor tidak dapat memberikan penilaian atas kewajaran laporan keuangan perusahaan. Hal ini biasanya disebabkan oleh keterbatasan data atau masalah signifikan dalam pencatatan keuangan.

 

 

 

Suspensi Berlaku Hingga Pengumuman Lebih Lanjut

Sebagai tindak lanjut, BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham ZINC di seluruh pasar. Suspensi dimulai sejak Sesi I Periodic Call Auction pada 2 April 2026. Langkah ini diambil untuk melindungi investor dari potensi risiko akibat ketidakpastian informasi keuangan perusahaan. Dengan suspensi, pelaku pasar diharapkan tidak melakukan transaksi hingga terdapat kejelasan lebih lanjut.

"Mempertimbangkan hal tersebut serta dalam rangka menjaga perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien, Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Efek PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) di seluruh Pasar sejak Sesi I Periodic Call Auction pada Kamis, 2 April 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," ujarnya.

Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan.

Pembukaan IHSG pada 2 April 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Kamis, (2/4/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia yang tertekan dan mayoritas sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun 31,32 poin ke posisi 7.153,11. Pada pukul 09.31 WIB, IHSG terpangkas 1,11% ke posisi 7.105,19. Indeks saham LQ45 merosot 0,87% ke posisi 720,77. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.161,79 dan terendah 7.099,57. Sebanyak 352 saham memerah sehingga menekan IHSG. 199 saham menguat dan 172 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 428.331 kali dengan volume perdagangan saham 6,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.959.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham consumer siklikal naik 1,06%.  Sementara itu, sektor saham energi susut 0,91%, sektor saham basic merosot 2,07%, sektor saham industri terpangkas 2,5%. Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,31%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,56%, sektor saham keuangan merosot 0,26%. Lalu sektor saham properti susut 0,44%, sektor saham teknologi terperosok 1,5%, sektor saham infrastruktur turun 2,28% dan sektor saham transportasi melemah 0,10%.