IPO Diprediksi Menggeliat di Kuartal II, Sinyal Pemulihan Pasar Usai Lebaran

Kuartal II 2026 menjadi momentum yang ideal bagi perusahaan untuk melakukan IPO.

Diterbitkan 27 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat pasar modal Reydi Octa memprediksi aktivitas Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia berpotensi meningkat pada kuartal II tahun ini. Optimisme tersebut didorong oleh harapan membaiknya stabilitas pasar setelah periode Lebaran.

“Kuartal II berpotensi lebih aktif, terutama jika stabilitas pasar membaik pasca Lebaran,” kata Reydi kepada Liputan6.com, dikutip Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, kuartal II menjadi momentum yang lebih ideal bagi perusahaan untuk melantai di bursa dibandingkan kuartal sebelumnya. Dengan kondisi pasar yang mulai kondusif, minat investor diperkirakan kembali pulih sehingga membuka peluang lebih besar bagi calon emiten untuk mendapatkan pendanaan optimal.

Reydi menjelaskan, sejumlah sektor diproyeksikan akan mendominasi gelombang IPO pada kuartal II. Di antaranya sektor energi, logistik, serta perusahaan berbasis komoditas yang dinilai memiliki daya tarik kuat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Selain sektor, investor juga akan lebih selektif dalam memilih emiten. Perusahaan dengan arus kas (cash flow) yang solid dan memiliki narasi pertumbuhan yang jelas dinilai lebih berpeluang menarik minat pasar.

“Sektor yang menarik antara lain energi, logistik, dan sektor berbasis komoditas, serta perusahaan yang punya cash flow kuat dan narasi pertumbuhan yang jelas,” ujarnya.

 

 

Kuartal I-2025 Sepi

Sebaliknya, pada kuartal I aktivitas IPO cenderung lesu. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti volatilitas pasar global, tekanan geopolitik, serta ketidakpastian arah suku bunga.

Situasi tersebut membuat banyak calon emiten memilih bersikap wait and see. Mereka menilai momentum belum cukup kuat untuk melakukan penawaran saham perdana, terutama di tengah terbatasnya minat risiko (risk appetite) investor.

“Calon emiten memilih wait and see karena momentumnya belum optimal dan risk appetite investor masih terbatas,” ujarnya.

Reydi pun menyarankan bagi calon emiten yang akan melantai di Bursa kunci utamanya realistis dalam valuasi dan kuat di fundamental. Emiten harus mengedepankan transparansi, narasi bisnis yang kredibel, serta harga yang menarik. Di pasar seperti sekarang, rasanya investor lebih memilih kualitas daripada sekadar hype.

  • liputan6
    IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering.
    IPO
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • Investor