Kinerja Moncer! Superbank (SUPA) Catat Laba Bersih Rp 99,68 Miliar Tahun 2025

Super Bank Indonesia (SUPA) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang membaik sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 99,68 miliar.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang membaik sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 99,68 miliar.

Capaian ini berbalik dari kondisi tahun sebelumnya, ketika perseroan masih mencatat kerugian bersih sebesar Rp 366,36 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/3/2026), perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan serta pertumbuhan bisnis yang signifikan.

Dalam laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan pada 11 Maret 2026, pendapatan bunga bersih SUPA tercatat meningkat tajam. Nilainya melonjak 159,74% menjadi Rp 1,57 triliun, dibandingkan Rp 606,84 miliar pada tahun 2024.

Selain itu, SUPA juga mencatat kenaikan pendapatan operasional lainnya. Sepanjang 2025, pendapatan operasional SUPA mencapai Rp 40,26 miliar atau meningkat 29,4% dibandingkan Rp 31,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban operasional turut mengalami peningkatan. Beban operasional SUPA tercatat sebesar Rp 1,47 triliun pada 2025, naik 43,15% dibandingkan Rp 1,02 triliun pada 2024.

 

Kredit dan Dana Pihak Ketiga Tumbuh

Meskipun beban meningkat, kinerja operasional perseroan tetap menunjukkan perbaikan. SUPA berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 143,27 miliar pada 2025, berbalik dari posisi rugi sebelum pajak sebesar Rp 391,19 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan bisnis juga tercermin dari peningkatan penyaluran kredit. Sepanjang 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 9,6 triliun, tumbuh 49,66% dibandingkan Rp 6,4 triliun pada 2024.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun SUPA meningkat signifikan. Pada akhir 2025, DPK SUPA tercatat sebesar Rp11,82 triliun, melonjak 139,27% dari Rp 4,94 triliun pada tahun sebelumnya

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis tersebut, total aset SUPA per Desember 2025 tercatat mencapai Rp 21,28 triliun. Angka ini meningkat 86,76% dibandingkan posisi aset pada Desember 2024 yang sebesar Rp 11,39 triliun. Adapun total liabilitas dan ekuitas perseroan masing-masing tercatat sebesar Rp 13,11 triliun dan Rp8,16 triliun.

"Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan Indonesia. Pengungkapan yang telah kami buat di dalam laporn keuangan adalah lengkap dan akurat," pungkas Presiden Direktur SUPA Tigor M. Siahaan.

Â