Goldman Sachs dan UBS Pangkas Rekomendasi Saham Indonesia

Goldman Sachs dan UBS menurunkan rekomendasi saham Indonesia, memicu tekanan besar di pasar modal.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Indonesia kembali terguncang setelah dua lembaga keuangan global, Goldman Sachs Group Inc dan UBS AG, kompak menurunkan rekomendasi terhadap saham Indonesia. Langkah ini diambil menyusul peringatan dari MSCI Inc terkait risiko keterinvestasian pasar, yang langsung memicu tekanan besar di bursa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 10 persen pada perdagangan Kamis, bahkan memaksa otoritas bursa menghentikan perdagangan sementara selama 30 menit. Tekanan jual semakin dalam setelah analis global memangkas penilaian mereka terhadap aset Indonesia.

Mengutip The Edge Singapore, Kamis (29/1/2026), Goldman Sachs menyebut bahwa dalam skenario ekstrem, penurunan minat investor dapat memicu arus dana keluar lebih dari USD 13 miliar dari pasar saham domestik. Risiko tersebut dinilai muncul apabila Indonesia mengalami penurunan status pasar menyusul evaluasi MSCI.

UBS AG juga mengambil sikap serupa dengan memangkas rekomendasi saham Indonesia. Dalam catatan risetnya, UBS menilai tekanan terhadap pasar masih akan berlanjut hingga ada kepastian kebijakan dan hasil peninjauan ulang dari MSCI.

Penurunan rekomendasi dari dua raksasa keuangan dunia ini mempertegas meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap kondisi struktural pasar saham Indonesia, terutama terkait transparansi dan likuiditas.

 

Soroti Porsi Free Float

Goldman Sachs dan UBS menyoroti persoalan rendahnya porsi saham beredar bebas (free float) di pasar Indonesia. Banyak emiten berkapitalisasi besar dinilai memiliki saham yang diperdagangkan secara terbatas dan dikendalikan oleh segelintir pemegang saham utama. Kondisi ini dianggap berpotensi mendistorsi pergerakan indeks dan meningkatkan risiko volatilitas.

“Kami menilai tekanan terhadap pasar secara keseluruhan kemungkinan akan terus berlanjut sampai ada kejelasan terkait regulasi dan penilaian ulang dari MSCI,” tulis analis UBS, termasuk Sunil Tirumalai, dalam laporan mereka.

Dampak dari penurunan rekomendasi tersebut juga terasa pada nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda tercatat melemah hingga 0,5 persen terhadap dolar AS, menjadi penurunan harian terbesar sejak Oktober, sekaligus tertinggal dibandingkan mata uang utama Asia lainnya.

Di tengah tekanan pasar, regulator Indonesia menyatakan komitmennya untuk meningkatkan transparansi. Indonesia memiliki waktu hingga Mei, ketika MSCI akan kembali menilai aksesibilitas pasar saham nasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi faktor penting bagi persepsi investor global.

 

Rencana MSCI

Penurunan peringkat oleh Goldman Sachs dan UBS terjadi setelah proses konsultasi panjang terkait rencana MSCI memperketat definisi free float. MSCI sebelumnya menyatakan tengah mempertimbangkan penggunaan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk menilai jumlah saham yang benar-benar dapat diperdagangkan.

Namun, MSCI mengungkapkan bahwa banyak investor menyampaikan “kekhawatiran signifikan” terhadap keandalan dan metodologi data tersebut.

“Berdasarkan informasi yang sejauh ini diungkapkan, pembahasan mengenai KSEI masih didominasi kekhawatiran atas metodologi datanya, namun belum cukup detail untuk menarik kesimpulan pasti,” ujar Strategist Bloomberg Intelligence, Sufianti.

“Untuk saat ini, situasinya masih bersifat menunggu dan melihat terkait langkah lanjutan yang akan diambil.”

Bahkan sebelum penurunan rekomendasi oleh Goldman Sachs dan UBS, investor asing sudah mulai mengurangi eksposur. Dalam sepekan hingga 23 Januari, investor global mencatatkan penjualan bersih saham Indonesia senilai 192 juta dolar AS. Pada Rabu, aksi jual asing mencapai Rp6,2 triliun, tertinggi sejak April, menurut data bursa.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Goldman Sachs
  • UBS
  • MSCI