Pengumuman MSCI Bikin IHSG Hari Ini 28 Januari 2026 Anjlok, Ini Respons BEI

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara setelah MSCI mengumumkan menunda perubahan saham-saham asal Indonesia dalam indeks tertentu.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 11:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat bicara setelah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan setelah pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). IHSG hari ini meninggalkan posisi 8.900 pada perdagangan saham sesi pertama.

Mengutip data RTI, pada perdagangan saham Rabu, 28 Januari 2026 pukul 11.15 WIB, IHSG melemah 7,68% ke posisi 8.290. Indeks saham LQ45 terpangkas 7,2% ke posisi 813,63. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.596,17 dan level terendah 8.280. Sebanyak 766 saham melemah sehingga bebani IHSG. 26 saham menguat dan 13 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.492.407 kali dengan volume perdagangan saham 39,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.70.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menuturkan, terkait pengumuman MSCI pagi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus melakukan diskusi dengan MSCI.

"Sebelumnya, kami telah melakukan peningkatan keterbukaan dengan penyampaian pengumuman data free float di website BEI,” kata dia, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, jika dirasakan MSCI belum cukup, pihaknya akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pengumuman MSCI menjadi katalis negatif bagi pasar saham di Indonesia. Pengumuman MSCI, menurut Herditya telah mendorong panic selling di IHSG pada Rabu pagi ini dan dibuka melemah 6,5%.

"Hal ini masih inline dengan teknikal yang kami berikan hari ini dan juga pada outlook kami, di mana IHSG masih rawan terkoreksi,” tutur dia saat dihubungi Liputan6.com.

Herditya mengatakan, aksi MSCI juga telah mendorong dana asing keluar dari pasar saham belakangan ini. Pada pekan lalu saja tepatnya 19-23 Januari 2026, investor asing melepas saham Rp 3,25 triliun. Seiring kondisi ini, Herditya mengingatkan investor untuk selective buy. “Mungkin pada emiten-emiten di luar konglomerasi terlebih dahulu. Dengan adanya emiten yang masuk ke konstituen MSCI berarti terdapat potensi inflow kepada emiten yang bersangkutan,” kata dia.

Pengumuman MSCI

Sebelumnya, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan membekukan sementara perubahan terkait indeks tertentu untuk saham-saham Indonesia dalam tinjauan indeks Februari 2026. Langkah ini diambil MSCI untuk mengurangi risiko perputaran indeks dan kemampuan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk meningkatkan transparansi. Seiring hal itu, MSCI akan menilai kembali status saham-saham Indonesia hingga Mei 2026.

Mengutip laman msci.com, Rabu (28/1/2026), MSCI telah menyelesaikan konsultasi mengenai penilaian free float saham Indonesia. Meskipun beberapa pelaku global mendukung penggunaan laporan komposisi kepemilikan bulanan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data referensi tambahan, banyak investor mengatakan kekhawatiran yang signifikan tentang ketergantungan pada kategori pemegang saham.

"Meskipun telah ada peningkatan kecil pada data free float BEI, investor menyoroti masalah fundamental terkait kemampuan investasi masih berlanjut karena kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat,” demikian seperti dikutip dari pengumuman MSCI tersebut.

Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, MSCI menilai informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi diperlukan untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap free float dan kemampuan investasi saham Indonesia.

 

 

Bekukan Rebalancing Indeks Saham

Seiring hal itu, MSCI pun membekukan sementara pada perubahan saham terkait indeks tertentu yang dihasilkan dari tinjauan indeks pada Februari 2026. Kebijakan pembekuan sementara itu berlaku efektif segera.

Adapun kebijakan pembekuan itu mencakup peningkatan pada faktor inklusi asing atau Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares atau jumlah saham (NOS).

Kemudian, MSCI juga tidak akan menerapkan penambahan saham baru pada MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak akan menerapkan migrasi kenaikan saham di seluruh indeks termasuk dari Small Cap ke Standard.

“Perlakuan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko perputaran indeks dan kemampuan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk memberikan peningkatan transparansi yang berarti,”

 

 

Aksebilitas dan Klasfikasi Pasar

Jika kemajuan yang tidak memadai dicapai untuk meraih kenaikan transparansi yang diperlukan pada Mei 2026, MSCI akan menilai kembali status aksesibilitas pasar Indonesia. Tergantung pada konsultasi pasar, hal ini dapat mengakibatkan:

-Pengurangan bobot dalam indeks pasar berkembang MSCI untuk semua saham Indonesia.

-Potensi reklasifikasi Indonesia dari status pasar berkembang menjadi pasar perbatasan

"MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BEI. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut jika diperlukan,”

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • MSCI
  • IHSG Hari Ini
  • Perdagangan Saham