Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada kuartal IV 2026. Salah satu faktor mendukung penguatan IHSG yakni aksi window dressing.
Adapun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), secara year to date (Ytd) hingga penutupan perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, IHSG turun 28,38% ke 6.192.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta Utama menilai, harapan pemulihan IHSG belum hilang pada kuartal IV 2026 karena ada sentimen positif yang bisa menopang. Sentimen itu antara lain window dressing atau mempercantik portofolio saham oleh manajer investasi dan valuasi harga saham yang murah.
Advertisement
Per 25 September 2026, rasio price to earnings (P/E) Indonesia berada di level 9,07 kali, menjadikan negara ini sebagai salah satu pasar termurah dunia, bersama Malaysia di 7,84 kali dan Filipina di 7,65 kali.
"Memasuki kuartal IV 2026, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh tingkat valuasi harga saham yang sudah sangat murah (bargain hunting) serta ekspektasi aksi window dressing akhir tahun sebagai sentimen positif utama,” kata Nafan kepada Liputan6.com, Selasa, (6/10/2026).
Namun, ada sejumlah sentimen negatif yang membayangi IHSG, salah satunya pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Di sisi lain, bayangan sentimen negatif masih berasal dari risiko volatilitas rupiah, tingginya tekanan inflasi global, serta ketidakpastian ketegangan geopolitik yang berpotensi menahan laju pemulihan ekonomi,” ia menambahkan.
Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, sejumlah sentimen yang akan menahan IHSG. Salah satunya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun sudah mencapai 5,28%, tertinggi sejak 2007. Selain itu, the Federal Reserve (the Fed) dan Bank of Japan (BOJ) berpotensi menaikkan suku bunga lagi pada akhir Oktober 2026.
"Rupiah sempat tembus 18.000 dan net sell asing ytd sudah melewati Rp 107 triliun," berdasarkan data Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Sentimen yang Pengaruhi IHSG
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366323/original/086128900_1791262809-Capture_d___cran_2026-10-06_115311.jpg)
Hal senada disampaikan Nafan. Ia menilai, tekanan terhadap rupiah dan aksi jual menekan IHSG. "Faktor pendorong utama yang membuat IHSG melemah, adalah kombinasi dari derasnya tekanan arus modal keluar (capital outflow), pelepasan saham-saham berkapitalisasi besar, serta tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mendekati level Rp 18.000,” ujar Nafan.
Nafan menilai, sejumlah kebijakan di pasar modal seperti penerapan batas bawah harga saham Rp 1 juga memengaruhi pasar.
"Selain itu, penyesuaian aturan pasar modal seperti penerapan aturan Full Call Auction dan pemantauan khusus hingga harga saham terendah di pasar reguler memicu aksi jual masif pada saham-saham grup tertentu dan lapis kedua,” ia menambahkan.
“Kondisi ini makin diperberat oleh adanya penyesuaian bobot saham Indonesia dalam rebalancing indeks acuan global seperti MSCI dan FTSE yang mendorong pemangkasan portofolio dana institusi secara sistematis,” lanjutnya.
Ia juga menyebutkan, aksi jual bersih investor asing yang menembus Rp 82,55 triliun sepanjang 2026. Aksi jual investor asing itu didorong sentimen tren suku bunga acuan AS yang bertahan di level tinggi (high for longer) serta lonjakan imbal hasil obligasi US Treasury.
“Sehingga aset berisiko di negara berkembang menjadi kurang menarik,” ungkap Nafan.
Ia menambahkan, ketidakpastian geopolitik global dan ancaman proteksionisme tarif dagang turut memicu pengalihan dana ke aset yang lebih aman (safe haven).
Di sisi domestik, Nafan menuturkan, kekhawatiran terkait kepastian hukum, transparansi tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), serta risiko aksi korporasi yang kontroversial semakin menahan arus modal asing untuk masuk.
Advertisement
Prediksi IHSG
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
Pada Oktober 2026, Nafan memprediksi, IHSG sideways dengan volatilitas tinggi. Peluang rebound yang lebih konstruktif terbuka jika indeks merebut kembali area 6.347–6.451.
Sementara itu, dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, IHSG akan menguat dengan base case 5.700-6.450 pada Oktober 2026.
Dalam Market Updates & Stock Picks in 4Q-2026 26 September 2026, proyeksi IHSG dapat menuju target wave (Y) di level 7.122 minimal pada akhir 2026. Skenario negatif berupa koreksi wajar di kisaran 6.016 tetap disiapkan. Sedangkan dalam riset Kiwoom, IHSG berpotensi sentuh 7.000 pada akhir 2026.
Untuk jangka panjang, IHSG dinilai berada dalam tren naik (secular uptrend). Garis support tren itu pernah menyentuh level 5.318.
Secara historis, IHSG disebut selalu membentuk higher high setelah krisis 2008, taper tantrum 2013, guncangan komoditas 2015, perang dagang, hingga pandemi COVID-19.
Berdasarkan rekam jejak itu, IHSG berpeluang mencetak all-time high dengan target jangka panjang di level 10.581.
Sektor Saham
Meski seluruh sektor tertekan, Nafan menilai masih ada sektor yang menarik dicermati.
“Meskipun seluruh sektor tertekan sepanjang tahun, sektor perbankan berkapitalisasi besar (big caps) dan barang konsumen primer (consumer staples) tetap menarik untuk dicermati,” kata dia.
“Karena fundamental yang lebih tahan banting, arus kas operasional yang solid, serta potensi tawaran dividen yang tergolong tinggi,” Nafan melanjutkan.
Dalam paparannya, ia menyebut saham perbankan seperti BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, dan BNGA, juga emiten komoditas seperti ADRO, ANTM, AMMN, dan NCKL.
Strategi Investasi pada Kuartal IV 2026
Nafan menekankan, strategi investasi yang dapat diterapkan pada kuartal IV 2026 di tengah tingginya volatilitas pasar adalah dengan mengedepankan kehati-hatian dan penahapan (Dollar-Cost Averaging).
“Investor disarankan melakukan pembelian secara bertahap (buy on weakness) pada saham-saham berkualitas tinggi yang memiliki tingkat utang valas rendah dan rekam jejak dividen yang stabil, sekaligus menghindari pembelian impulsif (lump sum),” katanya.
“Selain itu, mempertahankan porsi kas atau aset berisiko rendah sebesar 20 persen hingga 30 persen dalam portofolio sangat krusial untuk menjaga fleksibilitas dan likuiditas dalam menangkap peluang diskon harga di pasar,” ia menambahkan.
Nafan menyarankan, akumulasi selektif (selective buying) pada saham blue chip atau market leader dengan pertumbuhan laba dan neraca sehat.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020524/original/019309700_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020524/original/019309700_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)