Klub Liga Inggris Bersatu Dukung Hukuman Berat untuk Manchester City

Status Manchester City di Premier League semakin berada di dalam ancaman usai para klub lain siap menindak kecurangan mereka.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan Manchester City di Premier League semakin berada di ambang ketidakpastian. Keputusan bersalah melakukan 115 kecurangan membuat klub lain geram dan menuntut hukuman berat. Komite Independen Premier League sendiri masih menimbang banding Man City sebelum menjatuhkan vonis.

Sebelumnya, Manchester City diinvestigasi terkait pemalsuan dokumen finansial mereka dalam rentang tahun 2009-2018. Keputusan bersalah baru diumumkan Premier League ke publik pada September 2026, meskipun The Citizens membantah.

Melihat hubungan diplomatik yang erat antara Britania Raya dan Uni Emirat Arab, kemungkinan Manchester City akan menghadapi hukuman yang berat semakin kecil. Hal inilah yang kemudian membuat berbagai klub kasta pertama Inggris lainnya meradang dan meminta transparansi.

Dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh The Citizens, hukuman yang ideal dapat berupa sanksi pengurangan poin, larangan melakukan transfer, hingga degradasi dari Premier League.

Komite Independen diyakini mendapat tekanan langsung dari Sheikh Mansour, pemilik Manchester City sekaligus wakil presiden UEA. Bahkan, Perdana Menteri Britania Raya Andy Burnham diketahui sudah melakukan pembicaraan via telepon dengan Sheikh Mansour terkait potensi kehilangan mitra. 

Klub Inggris Siap Kerja Sama

Dampak dari kecurangan The Citizens sudah memengaruhi nasib berbagai klub Inggris selama periode 9 tahun tersebut. Keputusan bersalah membuat sebagian klub merasa puas, kini mereka mendesak hukuman yang akan membuat City jera.

Dilansir The Times, semakin banyak klub Liga Inggris yang terafiliasi mendukung keputusan Komite Independen Premier League. Mereka bukan hanya ingin The Citizens keluar dari liga, tetapi juga mencoret kepemilikan Abu Dhabi dari kompetisi Inggris.

Bisa Terdampar di Liga Nasional

Apabila keputusan Premier League terhadap Manchester City adalah degradasi, maka sejumlah liga di divisi bawah seperti Championship, League One, dan League Two juga dapat menolak kehadiran The Citizens. Solusinya, skuad asuhan Enzo Maresca harus rela bermain di Liga Nasional.

Situasi buruk ini tidak hanya berdampak pada menurunnya pendapatan klub, tetapi The Citizens juga harus merombak tim dan melepas banyak pemain bintang agar struktur gaji tidak membengkak terlalu tinggi.

Ancaman dari UEA

Agar klubnya tidak dihukum terlalu berat, Sheikh Mansour bersama saudaranya yang juga menjabat sebgai Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan, melobi pemerintahan Andy Burnham dan mengancam akan memutus kerja sama dengan Britania Raya dalam waktu dekat.

Posisi ini jelas merupakan kerugian besar bagi Britania Raya dan faktor ini diprediksi jadi penghambat sanksi yang diberikan Komite Independen kepada The Citizens. Permasalahan inilah yang coba dihadapi oleh klub-klub lain di Premier League agar mereka segera mendapat kepastian.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Persebaya Surabaya Bidik Hasil Sempurna di Fase Grup League Cup

Deniz Akbar, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan