MSCI Bakal Menilai Kembali Status Pasar Indonesia Usai Tunda Rebalancing Indeks Saham

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok setelah MSCI mengumumkan menunda perubahan saham-saham Indonesia dalam indeks.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 11:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan membekukan sementara perubahan terkait indeks tertentu untuk saham-saham Indonesia dalam tinjauan indeks Februari 2026. Langkah ini diambil MSCI untuk mengurangi risiko perputaran indeks dan kemampuan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk meningkatkan transparansi. Seiring hal itu, MSCI akan menilai kembali status pasar Indonesia hingga Mei 2026.

Mengutip laman msci.com, Rabu (28/1/2026), MSCI telah menyelesaikan konsultasi mengenai penilaian free float saham Indonesia. Meskipun beberapa pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan komposisi kepemilikan bulanan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data referensi tambahan, banyak investor mengatakan kekhawatiran yang signifikan tentang ketergantungan pada kategori pemegang saham.

“Meskipun telah ada peningkatan kecil pada data free float BEI, investor menyoroti masalah fundamental terkait kemampuan investasi masih berlanjut karena kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat,” demikian seperti dikutip dari pengumuman MSCI tersebut.

Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, MSCI menilai informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi diperlukan untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap free float dan kemampuan investasi saham Indonesia.

Seiring hal itu, MSCI pun membekukan sementara pada perubahan saham terkait indeks tertentu yang dihasilkan dari tinjauan indeks pada Februari 2026. Kebijakan pembekuan sementara itu berlaku efektif segera.

Adapun kebijakan pembekuan itu mencakup peningkatan pada faktor inklusi asing atau Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares atau jumlah saham (NOS).

Kemudian, MSCI juga tidak akan menerapkan penambahan saham baru pada MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak akan menerapkan migrasi kenaikan saham di seluruh indeks termasuk dari Small Cap ke Standard.

“Perlakuan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko perputaran indeks dan kemampuan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk memberikan peningkatan transparansi yang berarti,”

 

 

Aksebilitas dan Klasfikasi Pasar

Jika kemajuan yang tidak memadai dicapai untuk meraih kenaikan transparansi yang diperlukan pada Mei 2026, MSCI akan menilai kembali status aksesibilitas pasar Indonesia. Tergantung pada konsultasi pasar, hal ini dapat mengakibatkan:

-Pengurangan bobot dalam indeks pasar berkembang MSCI untuk semua saham Indonesia.

-Potensi reklasifikasi Indonesia dari status pasar berkembang atau emerging market menjadi pasar perbatasan atau frontier market.

“MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BEI. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut jika diperlukan,”

IHSG Hari Ini 28 Januari 2026 Anjlok 7,12%

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan saham Rabu, 28 Januari 2026. Pada pukul 10.58 WIB, IHSG anjlok 7,12% ke posisi 8.340. Indeks saham LQ45 melemah 6,3% ke posisi 820,21. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.596,17 dan level terendah 8.335,97. Sebanyak 758 saham melemah sehingga bebani IHSG. 32 saham menguat dan 14 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.301.158 kali dengan volume perdagangan saham 36 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,7 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat melemah terhadap rupiah. Dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.716.

Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham infrastruktur merosot 10,15%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 9,8%, sektor saham basic melemah 8,11%, sektor saham industri terpangkas 6,31% dan sektor saham consumer nonsiklikal susut 3,935.

Selanjutnya sektor saham siklikal terpangkas 5,89%, sektor saham kesehatan terperosok 4,3%, sektor saham keuangan turun 4,45%. Lalu sektor saham properti melemah 7,515, sektor saham teknologi tergelincir 6,85%, sektor saham transportasi merosot 6,63%.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • MSCI
  • saham indonesia