DEWA Kantongi Perpanjangan Kontrak dari Arutmin, Segini Nilainya

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapatkan perpanjangan kontrak dengan Arutmin untuk dua proyek.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 06:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menandatangani perjanjian perpanjangan kontrak antara perseroan dengan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) pada Senin, 19 Januari 2026. Perjanjian perpanjangan kontrak itu pada proyek pertambangan kintap dan proyek pertambangan Asam Asam.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (20/1/2026), perpanjangan kontrak dengan Arutmin tersebut sekitar Rp 10,5 triliun. Kontrak tersebut antara lain 252 juta bcm untuk overburden dan sebanyak 50 juta ton batu bara di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Pada kontrak sebelumnya, rata-rata volume produksi per tahun pada proyek pertambangan Asam Asam adalah 17,3 juta Bcm untuk overburden dan 3,8 juta ton untuk batu bara. Sedangkan pada kontrak sebelumnya di proyek Kintap, rata-rata volume produksi per tahun adalah 25,3 juta Bcm untuk overburden dan 3,8 juta ton untuk batu bara.

“Penandatanganan perpanjangan kontrak tersebut menunjukkan kepercayaan Arutmin terhadap Perseroan sebagai mitra jangka panjang,” tulis Direktur PT Darma Henwa Tbk Mukson Arif Rosyidi.

Ia menuturkan, penandatanganan perjanjian perpanjangan kontrak life of mine memberikan kepastian jangka panjang atas kegiatan operasional Perseroan serta berdampak positif terhadap kinerja dan kondisi keuangan Perseroan.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 19 Januari 2026, harga saham DEWA melemah 1,31% ke posisi Rp 755 per saham. Harga saham DEWA dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 775 per saham. Saham DEWA berada di level tertinggi Rp 775 dan level terendah Rp 730 per saham. Total frekuensi perdagangan 54.179 kali dengan volume perdagangan saham 7.319.838 saham. Nilai transaksi Rp 540,8 miliar.

Darma Henwa (DEWA) Raih Fasilitas Kredit Rp 1 Triliun dari BCA

Sebelumnya, emiten jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), secara resmi mengumumkan perolehan fasilitas kredit senilai total Rp 1 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat modal kerja dan mendukung investasi alat berat perusahaan.

Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (21/12/2025), fasilitas pinjaman tersebut terbagi ke dalam dua skema utama:

Fasilitas Modal Kerja: Sebesar Rp 850 miliar dengan jangka waktu 2 tahun dan suku bunga efektif 7% per tahun.

Fasilitas Kredit Investasi: Sebesar Rp 150 miliar dengan jangka waktu 5 tahun dan suku bunga efektif 7% per tahun.

Alokasi Dana dan Dampak Operasional

Direktur & Sekretaris Perusahaan PT Darma Henwa Tbk, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan bahwa pendanaan ini akan memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan dan kegiatan operasional perseroan.

"Fasilitas kredit investasi akan digunakan untuk mendukung pembelian unit alat-alat berat baru," ungkap Mukson dalam laporan tertulisnya.

 

Agenda Strategis

Sementara itu, dana dari fasilitas modal kerja akan dialokasikan untuk beberapa agenda strategis, di antaranya:

  • Mengambil alih secara penuh pekerjaan subkontraktor di proyek PT Kaltim Prima Coal.
  • Meningkatkan volume pekerjaan di proyek PT Arutmin Indonesia.
  • Mendukung pengembangan proyek perseroan di masa depan.

Manajemen menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian ini tidak memiliki dampak negatif terhadap aspek hukum maupun kelangsungan usaha perseroan. Langkah ini justru diharapkan dapat memperkuat posisi Darma Henwa sebagai penyedia jasa penunjang pertambangan dan penggalian di Indonesia.