IHSG Diproyeksi Tembus Level Segini di 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat hingga level segini.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 20:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research, Herald van der Linde, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat hingga level 9.700.

Target tersebut didukung oleh peluang pemulihan kinerja laba emiten serta valuasi saham Indonesia yang masih dinilai atraktif. Ia melihat pasar saham domestik masih memiliki ruang kenaikan, sejalan dengan rendahnya kepemilikan investor global dan harga saham yang relatif murah.

“Kami memiliki target indeks di level 9.700 dari posisi saat ini sekitar 8.600,” ujar Herald dalam acara HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1/2026).

Herald menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan pasar saham Amerika Serikat yang sudah mencerminkan valuasi tinggi, pasar negara berkembang justru menawarkan peluang investasi yang lebih menarik, termasuk Indonesia. 

“Valuasi lebih rendah, potensi keuntungan dari pelemahan dolar, serta sebagian besar cerita pertumbuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga berasal dari Asia,” katanya.

Ia juga menilai porsi kepemilikan investor global di pasar saham Indonesia saat ini masih berada pada level yang relatif rendah, bahkan dibandingkan dengan kondisi dalam 15 hingga 20 tahun terakhir. Situasi tersebut dinilai membuka peluang masuknya aliran dana asing ketika sentimen global mulai membaik.

Lebih lanjut, Herald mengungkapkan bahwa sejumlah saham di sektor perbankan dan konsumsi domestik saat ini diperdagangkan dengan valuasi yang sangat rendah, terutama karena kinerja pertumbuhan laba yang belum sepenuhnya pulih. 

“Banyak saham perbankan dan konsumsi diperdagangkan pada valuasi yang sangat murah,” tutur Herald.

Namun demikian, ia menekankan bahwa potensi penguatan IHSG ke depan akan sangat ditentukan oleh terealisasinya pemulihan laba perusahaan secara nyata. Oleh sebab itu, periode rilis laporan keuangan menjadi aspek penting yang akan dicermati pelaku pasar. 

IHSG Tergelincir ke 8.864, Transaksi Harian Saham Tembus Rp 40 Triliun

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham tembus Rp 40 triliun.

Mengutip data RTI,IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,41.

IHSG sempat turun ke level terendah 8.715, dan berupaya berbalik arah menghijau. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG yang berupaya naik wajar setelah IHSG terkoreksi cukup dalam. “Diperkirakan para investor mengambil peluang pada saat tersebut,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan, IHSG yang sempat turun dalam dibebani oleh emiten-emiten energi yang sempat terkoreksi kurang lebih 2%. Hal itu diperkirakan ada kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan. “Saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif,” kata dia.

 

Pelemahan IHSG

Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pelemahan IHSG sekitar 2% dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup agresif setelah indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000.

“Di level tersebut, pasar membutuhkan katalis yang lebih kuat dan berkelanjutan agar penguatan bisa berlanjut dan bertahan di atas 9.000,” tutur dia.

Ia juga mengatakan, tekanan terhadap indeks juga semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi seperti BUMI dan DEWA yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. “Koreksi seperti ini masih tergolong wajar dan belum mengubah arah tren pasar secara keseluruhan,” kata dia.

Sebanyak 435 saham merosot sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 97 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 5.972.586 kali dengan volume perdagangan saham 74,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.840.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • Harga Saham
  • Pasar saham