IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya: Bukti Investor Makin Yakin

IHSG pada hari ini sempat menyentuh level 9.000 dalam perdagangan intraday. Menkeu Purbaya menyatakan gerak IHSG ini cerminan kepercayaan investor.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kepercayaan investor domestik maupun internasional semakin baik ke prospek ekonomi Indonesia. Hal ini tercermin pada peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dia menjelaskan, IHSG melaju ke level yang positif sepanjang 2025. Pada Desember 2025, IHSG ditutup pada posisi 8.646,9.

"IHSG juga menunjukkan sentimen sudah balik paling enggak ke pasar modal kita, ini di bulan Desember tahun lalu (2025) itu di 8.646,9 itu naik 22,1 persen dibanding tahun lalu (2024)," ungkap Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dia meyakini tren positif terus dicatat pada 2026, tahun ini. Hal tersebut dibuktikan langsung pada pekan kedua 2026 ini, IHSG sempat menyentuh level 9.000. Menurutnya, ini menunjukkan tren positif dari investor.

"Seperti ini akan berlanjut terus kenaikannya di tahun 2026 ini kalau anda lihat kan ini tadi sempat menembus 9.000 kan, jadi dari sisi sentimen ke perekonomian kita dari investor domestik maupun foreign udah balik," tutur dia.

"Itu pasti karena mereka melihat juga, walaupun belum penuh, impact dari program pembangunan yang disebutkan selama ini mereka melihat bahwa kita bekerja serius dan dampaknya ke perekonomian sudah mulai kelihatan, sehingga di akhir triwulan tahun lalu ekonomi sudah berbalik arah," jelas Purbaya.

 

IHSG Tembus 9.000

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Kamis (8/1/2026). Kenaikan IHSG terjadi di tengah sektor saham consumer nonsiklikal memimpin penguatan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,44% ke posisi 8.984,47 pada sesi pertama perdagangan saham. Indeks saham LQ45 bertambah 0,72% ke posisi 877,56. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 9.002,92 dan level terendah 8.930,57. Sebanyak 362 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 311 saham melemah sehingga bebani IHSG. 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.328.869 kali dengan volume perdagangan saham 32,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.784.

 

Saham Menghijau

Sebagian besar sektor saham menghijau pada sesi pertama. Sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,5%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi melambung 1,38%, sektor saham properti bertambah 1,15%, dan sektor saham transportasi naik 0,66%.

Lalu sektor saham kesehatan mendaki 0,30%, sektor saham keuangan bertambah 0,01%, sektor saham teknologi menanjak 0,09%.

Harga saham MDRN naik 9,68% ke posisi Rp 68 per saham. Harga saham MDRN dibuka naik enam poin ke posisi Rp 68 per saham. Saham MDRN berada di level tertinggi dan terendah Rp 68 per saham. Total frekuensi perdagangan 680 kali dengan volume perdagangan 1.209.807 saham. Nilai transaksi Rp 8,2 miliar.

 

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa
  • Menkeu Purbaya
  • APBN KiTa
  • Investor