Miliarder Warren Buffett yang Menginspirasi Sejumlah CEO Perusahaan

Berikut pandangan sejumlah CEO mengenai Warren Buffett yang menyerahkan kendali perusahaannya Berkshire Hathaway kepada Greg Abel.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett (95) menyerahkan kendali kepada penerus pilihannya Greg Abel pada 31 Desember 2025.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (1/1/2026), penyerahan tongkat estafet resmi mengakhiri karier Buffett yang berlangsung selama beberapa dekade di Berkshire Hathaway. Ia telah melakukan berbagai hal mulai dari membeli perusahaan kereta api besar Amerika Serikat Burlington Northern dan menjalin persahabatan dengan salah satu pendiri Microsoft Bill Gates hingga memberikan banyak komentar singkat dalam surat tahunan kepada pemegang saham.

Di tengah peralihan kepemimpinan Berkshire Hathaway dari Warren Buffett kepada Greg Abel, sejumlah pimpinan bisnis memberikan pandangannya mengenai pelajaran yang ditinggalkan Buffett, demikian dikutip dari CNN:

Salah satu tema di antara CEO yang berbincang dengan CNN, adalah kesabaran legendaris Buffett.

Buffett dikenal menyimpan tumpukan uang tunai yang sangat besar di Berkshire, menunggu kesempatan yang tepat untuk berinvestasi. Ketika dia berinvestasi, dia melakukannya untuk jangka panjang: “periode kepemilikan favorit kami adalah selamanya,” tulisnya kepada para pemegang saham pada 1989.

Investor, podcaster, pengusaha, dan mantan direktur komunikasi Gedung Putih, Anthony Scaramucci, menulis surat kepada Buffett 30 tahun lalu, mengatakan dia membeli saham Berkshire untuk putrinya.

"Dan karena putri saya baru berusia satu setengah tahun dengan harapan hidup 84 tahun, dia memiliki 82 setengah tahun lagi untuk memegang sahamnya,” kata Scaramucci.

"Dia membalas dengan sangat cepat dan mengatakan bahwa itu adalah manifestasi dari pandangan jangka pendek. Niatnya sendiri adalah untuk memegang saham tersebut selama seratus tahun.”

 

 

 

Warren Buffett Tekankan Disiplin

‘Saya akan tanpa ampun’

Ya, Buffett adalah seorang "hiu" yang menghasilkan miliaran dolar AS dari Goldman Sachs. Namun, ia adalah hiu yang beretika.

"Dari Warren Buffett, saya belajar bahwa keunggulan benar-benar adalah sebuah disiplin,” ujar CEO perusahaan manajemen kekayaan Hightower Larry Restieri.

"Tetapkan arah yang jelas, tetap setia pada prinsip Anda, dan laksanakan dengan sabar.”

Buffett mengumpulkan kekayaan bersih sekitar USD 150 miliar atau Rp 2.501 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.680), menurut Bloomberg, tetapi ia selalu menekankan kejujuran dan integritas.

Ia mengharapkan hal yang sama dari setiap orang yang bekerja dengannya: “Jika perusahaan merugi, saya akan mengerti. Jika reputasi perusahaan sedikit saja tercoreng, saya akan tanpa ampun,” ia pernah bersaksi di hadapan Kongres.

 

Warren Buffett Memberi Inspirasi

Koleksi harta benda yang sangat banyak akhirnya menguasai pemiliknya

Buffett terkenal suka terbang dengan pesawat pribadi. Ia adalah penggemar Cadillac. Ia sangat kaya, dan ia tidak meminta maaf atas hal itu.

Namun, ia juga memutuskan untuk mewariskan sebagian kekayaannya yang sangat besar. Buffett, bersama dengan Bill Gates dan Melinda French Gates, menciptakan Giving Pledge pada 2010 bagi orang-orang terkaya di dunia untuk berjanji "memberikan sebagian besar kekayaan mereka untuk tujuan amal selama hidup mereka atau melalui wasiat."

CEO Real Capital Solutions, Marcel Arsenault adalah salah satu orang yang menandatangani janji tersebut. "Warren menginspirasi saya untuk berpikir melampaui kesuksesan finansial," ujar dia kepada CNN.

Dalam surat yang menjelaskan komitmennya, Buffett menulis: "Terlalu sering, koleksi harta benda yang sangat banyak akhirnya menguasai pemiliknya."

Namun, memberi tidak harus selalu tentang tumpukan uang tunai.

"Ketika Anda membantu seseorang dalam ribuan cara, Anda membantu dunia," tulis Buffett pada 2025.

"Kebaikan tidak memerlukan biaya tetapi juga tak ternilai harganya."