Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Pasifik Kompak Dibuka Perkasa

Berikut gerak saham Asia Pasifik hari ini 26 November 2025.

Diterbitkan 26 November 2025, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu, mengikuti kenaikan Wall Street Amerika Serikat (AS) di tengah harapan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga acuan pada bulan Desember.

Dikutip dari CNBC, Rabu (26/11/2025), indeks saham acuan Nikkei 225 Jepang dan indeks Topix naik 0,9%. Saham teknologi Jepang naik untuk sesi kedua berturut-turut, dengan pemasok peralatan pengujian semikonduktor Advantest naik 2,5% dan Tokyo Electron diperdagangkan 0,61% lebih tinggi.

Lasertec dan produsen chip Renesas Electronics masing-masing naik lebih dari 2% dan 1%. Perusahaan investasi yang berfokus pada teknologi, SoftBank Group naik 2,5%.

Di Korea Selatan, indeks saham Kospi naik 0,67%, dan Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,64%. ASX/S&P 200 Australia diperdagangkan 1,2% lebih tinggi pada pembukaan.

Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong menunjuk pada pembukaan yang lebih tinggi, diperdagangkan pada 25.977, terhadap penutupan indeks sebelumnya pada 25.894,55. 

Ekspektasi meningkat setelah Bloomberg melaporkan bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, sedang  dipertimbangkan sebagai kandidat terdepan  untuk menjadi ketua The Fed berikutnya. Investor melihat Hassett sebagai sosok yang lebih mungkin mendorong bank sentral ke arah suku bunga rendah yang diinginkan oleh Presiden Donald Trump.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada hari Selasa bahwa ada 'peluang yang sangat besar' bahwa Trump dapat menunjuk Ketua Fed yang baru sebelum Natal.

Pasar memperkirakan peluang lebih dari 84% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Desember, menurut perangkat CME FedWatch. Presiden The Fed New York, John Williams, juga mengatakan pada hari Jumat bahwa ada ruang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

 

 

Wall Street AS

Indeks acuan utama AS ditutup lebih tinggi setelah sesi yang bergejolak.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 664,18 poin, atau 1,43%, dan ditutup pada level 47.112,45. S&P 500 menguat 0,91% dan ditutup pada level 6.765,88, sementara Nasdaq Composite menguat 0,67% dan berakhir pada level 23.025,59. Hal ini menandai pembalikan arah dari kerugian yang terjadi sebelumnya.

Pada titik terendah sesi, S&P 500 turun sekitar 0,7%, sementara Dow dan Nasdaq yang sarat teknologi turun lebih dari 100 poin, atau 0,2%, dan lebih dari 1%, masing-masing.

Rekomendasi Saham Hari Ini 26 November 2025

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Rabu (26/11/2025). IHSG hari ini berpeluang naik ke posisi 8.6005-8.662. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,56% ke 8.521 dan disertai munculnya tekanan jual, koreksinya pun sempat menguji area supportnya.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih akan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.600-8.662.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.491,8.341 dan level resistance 8.578,8.616 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA).

 

Â