MedcoEnergi Tambah Kapasitas 39 MW untuk Sistem Listrik Batam–Bintan

Anak usaha Medco Energi Internasional (MEDC) menyatakan, proyek pembangkit listrik Add-CCPP di Batam meningkatkan kinerja dan memangkas intensitas karbon.

Diterbitkan 14 November 2025, 11:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya, PT Medco Power Indonesia (Medco Power), telah memulai operasi komersial (COD) Pembangkit Listrik Add-On Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 39 megawatt (MW) di Tanjung Uncang, Batam, pada 8 November 2025.

Pembangunan proyek ini dilaksanakan oleh anak usaha Medco Power, PT Energi Listrik Batam (ELB), berdasarkan perjanjian jual beli listrik jangka panjang bersama PT PLN Batam. Melalui proyek tersebut, fasilitas open-cycle berkapasitas 70 MW yang sudah beroperasi dikonversi menjadi pembangkit listrik combined cycle dengan total kapasitas 109 MW. 

Pemanfaatan panas buang dari turbin gas untuk menghasilkan tambahan listrik lewat turbin uap meningkatkan efisiensi sistem sekaligus menurunkan intensitas karbon dari 0,8 menjadi 0,4 ton CO₂ per MWh. Langkah ini turut memperkuat keandalan pasokan listrik untuk mendukung pertumbuhan industri di wilayah Batam dan Bintan.

Presiden Direktur & CEO Medco Power Indonesia, Eka Satria, menyatakan, proyek Add-On ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem. 

“Dengan menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber energi yang sama, proyek ini meningkatkan kinerja keseluruhan dan menurunkan intensitas karbon, sejalan dengan fokus kami untuk mengoptimalkan aset yang ada untuk memenuhi kebutuhan listrik,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (13/11/2025).

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menambahkan, proyek ini menunjukkan komitmen MedcoEnergi terus membangun portofolio ketenagalistrikan yang lebih efisien dan rendah karbon, sekaligus berkontribusi pada keandalan energi nasional serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Proyek tersebut berhasil diselesaikan dengan lebih dari 2,7 juta jam kerja aman tanpa adanya insiden kehilangan waktu kerja, mencerminkan penerapan standar operasional yang tinggi serta komitmen Medco Power terhadap keselamatan dan kinerja.

 

 

Medco Energi Tebar Dividen Interim Rp 697,9 Miliar

Sebelumnya, Dewan Direksi dan Dewan Komisaris PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyetujui pembagian dividen interim sebesar USD 42 juta atau Rp 697,91 miliar (kurs Rp 16.617 per dolar AS), setara dengan sekitar Rp 28,3 per saham untuk tahun buku 2025. 

Dividen interim tersebut akan dibayarkan pada kuartal IV 2025 sesuai dengan peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dividen interim yang diumumkan ini meningkat sebesar 66 persen dibandingkan dengan dividen interim yang dibayarkan pada 2024. 

Dengan demikian, total dividen yang dibayarkan pada 2025 mencapai USD 80 juta atau Rp 1,32 triliun. Naik 18 persen per saham dibandingkan dengan total dividen yang dibayarkan pada tahun kalender 2024.

"Peningkatan dividen interim ini mencerminkan kinerja solid perusahaan yang berkelanjutan serta keyakinan Direksi terhadap prospek masa depan perusahaan," ujar Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro, Kamis (30/10/2025).

Adapun di semester I 2025, MEDC membukukan laba bersih sebesar USD 37 juta (Rp 614,82 miliar) di tengah penurunan harga minyak global. 

 

 

Catat EBITDA USD 623 Juta

Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar USD 623 juta dan kas setara kas mencapai USD 883 juta. CEO MedcoEnergi Roberto Lorato menyampaikan capaian ini mencerminkan ketahanan finansial perusahaan, meskipun rata-rata harga realisasi minyak mengalami penurunan 14 persen dari USD 81 menjadi USD 70 per barel. Harga realisasi gas tercatat stabil di USD 7 per mmbtu.

"Kami memasuki paruh kedua 2025 dengan penguatan portofolio melalui akuisisi tambahan 24 persen hak partisipasi di Wilayah Kerja Corridor dan kontribusi proyek-proyek baru di sektor migas dan ketenagalistrikan," ujar Lorato beberapa waktu lalu. 

Kinerja Operasional Medco Stabil

Produksi minyak dan gas tercatat sebesar 143 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), turun 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama karena permintaan musiman yang rendah serta pemeliharaan fasilitas di Senoro. Namun, biaya produksi tetap efisien di angka USD 8,5 per boe.

Penjualan listrik MedcoEnergi mencapai 1.994 GWh, sedikit turun dari 2.003 GWh pada semester I 2024 akibat beberapa gangguan operasional, termasuk gempa di fasilitas panas bumi Sarulla dan banjir di PLTS Sumbawa. Di sisi lain, kontribusi positif datang dari beroperasinya PLTP Ijen Tahap I (35 MW) dan PLTS Bali Timur (25 MWp).