IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Lagi, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 15.316 Triliun

Berikut sejumlah sentimen yang mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 3-7 November 2025.

Diterbitkan 08 November 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh rekor tertinggi lagi pada perdagangan 3-7 November 2025.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (8/11/2025), IHSG sepekan naik 2,83% dengan ditutup ke posisi 8.394,59. "Hal tersebut menjadi rekor tertinggi IHSG sepanjang sejarah,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

Adapun kondisi IHSG berbeda dari pekan lalu. Saat itu IHSG turun 1,3% ke posisi 8.163,87. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,09% menjadi Rp 15.316 triliun dari Rp 14.857 triliun pada pekan lalu.

Vice President Head of Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi Kasmarandana menilai kenaikan IHSG didorong oleh beberapa sentimen. Pertama, rilis data ekonomi Indonesia yang masih solid, yakni Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga tumbuh 5,04% y/y.

Selain itu, PMI Manufaktur di level 51,2 per Oktober 2025 atau di zona ekspansif, selanjutnya pertumbuhan inflasi sebesar 2,86% y/y per Oktober 25 yang menunjukkan masih terjaga di target Bank Indonesia (BI).

"Pertumbuhan ekspor meningkat menjadi 11,4% y/y atau di atas bulan sebelumnya yang menunjukkan aktivitas ekonomi yang meningkat,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

Kedua, rilis kinerja kuartal ketiga 2025. Oktavianus menuturkan, beberapa sektor menunjukkan outperform dibandingkan periode sebelumnya sehingga mendorong demand dan normalisasi harga saham pada nilai wajarnya.

Ketiga, ,enurunnya kekhawatiran pasar pada kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), seiring dengan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang mendapatkan kesepakatan.

"Selain itu, government shutdown yang masih berlanjut berpotensi menekan indeks USD, sehingga di sisi lain tekanan terhadap Rupiah sudah mulai berkurang,” kata Oktavianus.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 6,85% menjadi 2,16 juta kali transaksi dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini turun 14,37% menjadi 27,06 miliar saham dari 31,61 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian BEI tergelincir 22,46% menjadi Rp 17,54 triliun dari Rp 22,63 triliun pada pekan lalu.

Selama sepekan ini, investor asing masih mencatatkan aksi beli saham. Tercatat aksi beli saham mencapai Rp 3,45 triliun dari pekan lalu Rp 5,53 triliun.

Harga Emas hingga MSCI Bebani IHSG Pekan Lalu

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir pada 27-31 Oktober 2025. Koreksi IHSG sepekan ini terjadi di tengah sentimen musim laporan keuangan, koreksi harga emas hingga kekuatiran terhadap rencana MSCI soal free float.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (1/11/2025), IHSG sepekan melemah 1,3% ke posisi 8.163,87. Pada pekan lalu, IHSG naik 4,5% ke posisi 8.271,72 pada 20-24 Oktober 2025. Kapitalisasi pasar merosot 2,48% menjadi Rp 14.857 triliun dari Rp 15.234 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 1,3% dipengaruhi sejumlah faktor baik sentimen positif dan negatif. Pertama, musim laporan keuangan emiten. Kedua, harga komoditas emas dunia yang melemah diperkirakan berpengaruh terhadap pergerakan emiten berbasis emas.

Ketiga, ada pertemuan Amerika Serikat (AS) dan China telah menjadi sentimen positif yang diperkirakan Amerika Serikat memangkas kenaikan tarif China. Keempat, pemangkasan suku bunga Amerika Serikat yang sejalan dengan harapan konsensus dan diperkirakan ada pemangkasan suku bunga kembali pada Desember 2025.

 

Transaksi Harian Saham

"Kelima, kekhawatiram investor akan ada rencana MSCI yang akan memperketat kebijakan free float sehingga menimbulkan aksi jual di IHSG,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 1,79% menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar BEI susut 2,48% menjadi Rp 14.857 triliun dari Rp 15.234 triliun.

Selama sepekan, investor asing juga masih melakukan aksi beli. Investor asing membeli saham senilai Rp 5,53 triliun dibandingkan pekan lalu Rp 4,23 triliun.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian bursa selama sepekan naik 3,72% menjadi 31,61 miliar saham dari pekan lalu 30,47 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian naik 1,55% menjadi Rp 22,63 triliun dari pekan lalu sebesar Rp 22,28 triliun.