Asap Karhutla Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Supadio

Jarak pandang anjlok di bawah 1.000 meter akibat kabut asap karhutla. 10 penerbangan di Bandara Supadio terpaksa menyesuaikan jadwal.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melumpuhkan operasional di Bandara Internasional Supadio, Kalimantan Barat. Akibat jarak pandang yang merosot tajam, sebanyak 10 jadwal penerbangan terpaksa disesuaikan pada Senin pagi.

Pjs General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio, Mohamad Arifin, mengonfirmasi bahwa penyesuaian jadwal penerbangan tersebut diambil demi menjaga keselamatan penerbangan di tengah minimnya visibilitas.

"PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio terpaksa melakukan penyesuaian jadwal penerbangan akibat penurunan jarak pandang di kawasan bandara," kata Arifin di Pontianak, Kalbar, dikutip dari Antara, Senin (31/8/2026).

Ia memaparkan, tren jarak pandang di area bandara terus berfluktuasi sepanjang sepekan terakhir akibat paparan kabut asap karhutla.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Supadio, jarak pandang pada rentang waktu pagi dan sore hari menembus level mengkhawatirkan karena berada di bawah 1.000 meter. Kondisi visibilitas baru berangsur membaik di atas 2.000 meter saat memasuki siang hari.

Imbas ketatnya ambang batas jarak pandang aman tersebut, data operasional mencatat 10 penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan, mengalami penyesuaian jadwal per Senin (31/8/2026).

"Penerbangan yang terdampak meliputi Lion Air rute Pontianak-Surabaya, Scoot rute Singapura-Pontianak dan Pontianak-Singapura, serta Super Air Jet pada sejumlah rute," tuturnya.

Perubahan Jadwal Lainnya

Perubahan jadwal ini juga menimpa maskapai Wings Air untuk rute Pontianak-Ketapang, serta beberapa jadwal penerbangan Batik Air dan Super Air Jet dari dan menuju Jakarta.

Arifin menegaskan bahwa aspek keamanan, keselamatan, serta kenyamanan para pengguna jasa penerbangan tetap di tempatkan sebagai prioritas tertinggi di tengah gangguan cuaca ini.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di bandara. Koordinasi lintas instansi dengan stakeholderterkait berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi," tegasnya.

Komunikasi dengan BMKG

Untuk menangani situasi ini, pengelola bandara menjalin komunikasi intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pihak maskapai, BNPB, hingga Polres Kubu Raya guna memantau dinamika jarak pandang secara berkala.

Langkah mitigasi dilakukan melalui evaluasi jadwal terbang secara bersama-sama dengan tetap mematuhi batas aman visibilitas saat pesawat lepas landas (take-off) maupun mendarat (landing).

"PT Angkasa Pura Indonesia mengimbau calon penumpang untuk memeriksa kembali status penerbangan kepada maskapai maupun petugas Bandara Internasional Supadio sebelum menuju bandara," pungkas Arifin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6