Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Mayoritas dari Emiten Skala Menengah

Berdasarkan data BEI, empat perusahaan yang akan IPO masuk kategori perusahaan dengan aset skala menengah, yakni memiliki aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Diterbitkan 01 September 2025, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat tujuh perusahaan yang tengah berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) hingga 29 Agustus 2025. Kehadiran calon emiten ini menjadi sinyal positif minat perusahaan untuk menghimpun dana melalui pasar modal tetap tinggi di tengah dinamika ekonomi.

Berdasarkan data BEI, dari tujuh perusahaan tersebut, empat masuk kategori perusahaan dengan aset skala menengah, yakni memiliki aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara tiga lainnya berasal dari kategori perusahaan aset besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar. Tidak ada calon emiten yang tercatat berasal dari skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

Dari sisi sektor, terdapat satu perusahaan dari sektor basic materials, satu dari consumer non-cyclicals, satu dari sektor financials, dua dari sektor industrials, satu dari teknologi, dan satu dari sektor transportation & logistic.

Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Agustus 2025, BEI telah mencatat 22 perusahaan baru yang resmi melantai di bursa. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi IPO tersebut mencapai Rp 10,39 triliun. Kehadiran tujuh perusahaan tambahan dalam pipeline diperkirakan dapat memperkuat kapitalisasi pasar sekaligus menambah diversifikasi sektor di bursa.

 

Rights Issue

Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat adanya aktivitas rights issue. Hingga 29 Agustus 2025, sebanyak 10 perusahaan tercatat telah melakukan rights issue dengan total nilai Rp16,63 triliun. Masih terdapat empat perusahaan lain yang tengah bersiap melakukan aksi serupa, terdiri dari dua perusahaan sektor basic materials, satu sektor healthcare, dan satu sektor transportation & logistic.

Tak hanya saham, pipeline di pasar obligasi dan sukuk (EBUS) juga menunjukkan aktivitas yang cukup dinamis. Hingga saat ini, telah diterbitkan 122 emisi dari 65 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp138,7 triliun. Sementara itu, terdapat 17 emisi dari 14 penerbit EBUS yang masih dalam pipeline.

Komposisinya antara lain tiga perusahaan dari sektor energy, delapan dari sektor financials, satu dari basic materials, satu dari infrastructures, serta satu dari properties & real estate.

Â