Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengaku bila kinerja pasar modal Indonesia merupakan yang terbaik dalam kurun waktu lima tahun. Pencapaian ini tidak terlepas dari peran serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Dari sisi pasar modal, OJK terus melakukan pemantauan, komunikasi intensif dengan para investor, emiten dan otoritas bursa. Sehingga tercatat perkembangan pasar modal Indonesia jadi yang terbaik dengan pertumbuhan ekonomi tercepat," ungkap dia di Jakarta seperti ditulis Minggu (16/6/2013).
Mengutip data OJK, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia per 11 Juni 2013 tercatat sebesar 6,8% atau masih berada di atas Malaysia dan Thailand yang masing-masing bergerak di level 5,4% dan 4,4%.
Namun posisi IHSG tersebut masih jauh di atas negara lain, seperti China yang berada di peringkat ketiga dengan pergerakan indeks bursa Shenshen 11,6%. Di urutan kedua ditempati Filipina yang mencetak indeks PSEi di angka 12,8% serta kinerja indeks Nikkei225 di Jepang mencapai 28,1% di peringkat teratas.
Sementara posisi paling buncit ditempati indeks Hang Seng dari Hong Kong yang bergerak di minus 5,7% dan Korea Selatan dengan indeks Kospi sebesar minus 3,8% pada 11 Juni ini.
Sedangkan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia per 11 Juni 2013 tercatat sebesar Rp 4.552 triliun atau lebih rendah dari posisi 31 Mei ini yang menembus Rp 4.950 triliun. Hingga akhir tahun lalu, nilai kapitalisasi pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai total Rp 4.129 triliun atau melonjak dari Rp 3.537 triliun di 2011.
Menurut Mahendra, realisasi tersebut karena OJK bersama otoritas bursa terus berupaya meningkatkan jumlah emiten (perusahaan terbuka), mengembangkan basis investor, produk, infrastruktur pasar modal serta pasar surat utang maupun sukuk.
Per 11 Juni 2013, jumlah emiten yang menawarkan saham perdana (Innitial Public Offering/IPO) sebanyak 15 perusahaan dengan perkiraan raupan dana Rp 2.783 triliun. Aksi korporasi berupa rights issue mencapai nilai Rp 6.069 triliun dari 8 emiten.
Sebanyak 19 emiten melakukan penerbitan obligasi korporasi dengan total nilai Rp 21.686 triliun dan total swasta sebanyak 42 perusahaan senilai Rp 30.539 triliun.
"Perkiraan perlambatan ekonomi di negara berkembang dan emerging tidak harus mempengaruhi ekonomi Indonesia karena memang Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan melambat pada tahun ini, kecuali untuk Indonesia yang masih bisa tumbuh 6,2% sama dengan asumsi di awal tahun ini," pungkas Mahendra. (Fik/Igw)
"Dari sisi pasar modal, OJK terus melakukan pemantauan, komunikasi intensif dengan para investor, emiten dan otoritas bursa. Sehingga tercatat perkembangan pasar modal Indonesia jadi yang terbaik dengan pertumbuhan ekonomi tercepat," ungkap dia di Jakarta seperti ditulis Minggu (16/6/2013).
Mengutip data OJK, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia per 11 Juni 2013 tercatat sebesar 6,8% atau masih berada di atas Malaysia dan Thailand yang masing-masing bergerak di level 5,4% dan 4,4%.
Namun posisi IHSG tersebut masih jauh di atas negara lain, seperti China yang berada di peringkat ketiga dengan pergerakan indeks bursa Shenshen 11,6%. Di urutan kedua ditempati Filipina yang mencetak indeks PSEi di angka 12,8% serta kinerja indeks Nikkei225 di Jepang mencapai 28,1% di peringkat teratas.
Sementara posisi paling buncit ditempati indeks Hang Seng dari Hong Kong yang bergerak di minus 5,7% dan Korea Selatan dengan indeks Kospi sebesar minus 3,8% pada 11 Juni ini.
Sedangkan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia per 11 Juni 2013 tercatat sebesar Rp 4.552 triliun atau lebih rendah dari posisi 31 Mei ini yang menembus Rp 4.950 triliun. Hingga akhir tahun lalu, nilai kapitalisasi pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai total Rp 4.129 triliun atau melonjak dari Rp 3.537 triliun di 2011.
Menurut Mahendra, realisasi tersebut karena OJK bersama otoritas bursa terus berupaya meningkatkan jumlah emiten (perusahaan terbuka), mengembangkan basis investor, produk, infrastruktur pasar modal serta pasar surat utang maupun sukuk.
Per 11 Juni 2013, jumlah emiten yang menawarkan saham perdana (Innitial Public Offering/IPO) sebanyak 15 perusahaan dengan perkiraan raupan dana Rp 2.783 triliun. Aksi korporasi berupa rights issue mencapai nilai Rp 6.069 triliun dari 8 emiten.
Sebanyak 19 emiten melakukan penerbitan obligasi korporasi dengan total nilai Rp 21.686 triliun dan total swasta sebanyak 42 perusahaan senilai Rp 30.539 triliun.
"Perkiraan perlambatan ekonomi di negara berkembang dan emerging tidak harus mempengaruhi ekonomi Indonesia karena memang Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan melambat pada tahun ini, kecuali untuk Indonesia yang masih bisa tumbuh 6,2% sama dengan asumsi di awal tahun ini," pungkas Mahendra. (Fik/Igw)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/13278/original/ihsg-saham-ilustrasi-130616b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)