Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong membeli saham BYAN pada 14 Oktober 2026. Aksi beli saham BYAN ini untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (15/10/2026), Low Tuck Kwong membeli 100.001.000 saham BYAN dengan harga Rp 11.200 per saham pada 14 Oktober 2026. Dengan demikian, aksi beli saham BYAN mencapai Rp 1,12 triliun.
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Advertisement
Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan, Low Tuck Kwong sebagai pengendalian Bayan Resources, dan akan mempertahankan pengendalian.
Setelah transaksi pembelian saham BYAN, Low Tuck Kwong memiliki 10,25% saham BYAN atau setara 3.416.667.832 saham BYAN. Sebelumnya, Low Tuck Kwong memiliki 9,95% saham BYAN atau setara 3.316.666.832 saham BYAN.
Mengutip data RTI, berdasarkan penutupan perdagangan saham Kamis, 15 Oktober 2026, harga saham BYAN melemah 1,77% menjadi Rp 11.100 per saham. Harga saham BYAN dibuka naik 25 poin menjadi Rp 11.325. Harga saham BYAN berada di level tertinggi Rp 11.325 dan terendah Rp 10.575 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.049 kali dengan volume perdagangan saham 6.685.100 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,7 triliun.
Aksi pembelian saham BYAN ini dilakukan setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah merampungkan perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam pada 7 Oktober 2026.
Perjanjian Berubah, Perusahaan Haji Isam Bakal Ambil Alih 10,08 Miliar Saham BYAN
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3953141/original/057037400_1646466239-Mining.jpg)
Sebelumnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan penandatanganan perubahan perjanjian beli saham bersyarat pada Senin, 5 Oktober 2026 dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (6/10/2026), Perseroan mengatakan telah menerima surat-surat pemberitahuan lebih lanjut pada 5 Oktober 2026 yang menyampaikan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama telah menandatangani perubahan terhadap perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) pada 1 Oktober 2026.
Perubahan itu mencakup pembaruan atas jumlah saham biasa perseroan yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama yakni dari semula sebanyak 10.000.000.5000 saham biasa menjadi 10.084.088.370 saham biasa perseroan.
“Pelaksanaan dan penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Sebelumnya berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada 17 September 2026, berdasarkan surat-surat pemberitahuan yang diterima perseroan, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama.
Perseroan menyatakan setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, pembeli akan memiliki 10.084.088.370 saham biasa perseroan.
“Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat menganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Mengutip data RTI, harga saham BYAN ditutup naik 9,8% menjadi Rp 13.450 per saham. Harga saham BYAN dibuka naik 50 poin menjadi Rp 12.300 per saham. Saham BYAN berada di level tertinggi Rp 13.550 dan terendah Rp 12.050 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.747 kali dengan volume perdagangan saham 390.829 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 441,8 miliar.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374250/original/004232300_1792041603-HOAX__35_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008995/original/016151200_1577703440-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)