Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia tergelincir pada perdagangan Kamis, (15/10/2026). Bursa saham Korea Selatan yakni indeks acuan Kospi dan indeks Nikkei Jepang tertekan didorong aksi jual saham teknologi setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street turun setelah inflasi AS lebih tinggi.
Mengutip AP, indeks Kospi di Korea Selatan turun 7,9% menjadi 5.532,74. Indeks itu anjlok lebih dari 16% selama sebulan terakhir, dan berada jauh di bawah 9.000, level yang sempat dicapai pada Juni sebagai rekor tertinggi sepanjang masa, yang didorong optimisme terhadap tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) global.
Saham Samsung Electronics turun 11,4%, sedangkan saham produsen cip memori asal Korea Selatan yakni SK Hynix terpangkas 12%.
Advertisement
Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 5% menjadi 64.340,84. SoftBank Group, yang merupakan investor di OpenAI, kehilangan 9,4%. Produsen peralatan cip Tokyo Electron turun 7,8%, dan produsen cip memori Kioxia Holdings melemah 13,1%.
Indeks Taiex di Taiwan, yang sebelumnya juga diuntungkan oleh lonjakan sektor AI, turun 3,4%. Produsen cip terkemuka Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), mencatat penurunan 2% menjelang rilis laporan kinerjanya. Pada Kamis, TSMC melaporkan laba kuartal terbaru yang melampaui ekspektasi, dengan menyatakan bahwa permintaan terkait AI tetap “sangat kuat”.
“Masalah bagi pasar yang sangat bergantung pada sektor teknologi seperti Korea dan Taiwan, serta Jepang hingga tingkat tertentu adalah bahwa setiap risiko terhadap perkiraan pertumbuhan belanja AI dapat menyebabkan melambatnya pertumbuhan permintaan untuk cip dan peralatan,” ujar Direktur Riset Ekuitas untuk wilayah Asia di Morningstar, Lorraine Tan."
Masalah utamanya adalah potensi ketidaksesuaian antara ekspektasi pertumbuhan pasar untuk sektor teknologi dengan realitas yang mungkin terjadi nantinya,” ia menambahkan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,4% menjadi 23.982,04. Indeks Shanghai Composite melemah 2% menjadi 3.692,18.
Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun tipis 0,1% menjadi 8.719,70.
Ikuti Wall Street
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074968/original/085718000_1584006687-20200312-Wall-Street-3.jpg)
Penurunan ini menyusul pelemahan di Wall Street pada Rabu. Indeks S&P 500 turun 1,1%, Dow Jones Industrial Average melemah 0,1%, dan indeks Nasdaq Composite yang didominasi oleh saham teknologi turun 1,9% seiring dengan melemahnya saham-saham yang terkait dengan AI. Nvidia melemah 3,2%, Broadcom turun 3,1%, dan Advanced Micro Devices (AMD) merosot 5,7%.
Pada Rabu, Amerika Serikat melaporkan, indeks harga konsumen naik 3,7% secara tahunan (year-on-year) pada September, meningkat dari 3,4% pada Agustus, angka yang lebih buruk daripada perkiraan para ekonom.
Pasar saham juga menghadapi tekanan turun akibat lonjakan imbal hasil (yield) obligasi dan volatilitas di pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor lebih panjang melonjak karena kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh guncangan energi global akibat perang yang melibatkan Iran, serta utang pemerintah AS yang terus meningkat.
Advertisement
Aksi Jual Obligasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512417/original/039985100_1626406790-wall_street__2_16_juli_robb-miller-oEGDKf4ZtNg-unsplash.jpg)
Namun, aksi jual obligasi tampak mereda secara signifikan pada Kamis pagi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di angka 5,11%, setelah sempat melonjak hingga di atas 5,32% pada Rabu. Sebelumnya, pada bulan ini, angka tersebut sempat mencapai 5,35% level tertinggi sejak 2002.
Harga minyak turun di tengah berlanjutnya ketegangan dan ketidakpastian seputar pasokan minyak global serta situasi di Timur Tengah. Minyak mentah Brent, sebagai acuan internasional, turun 1,6% menjadi US$ 104,34 per barel. Angka ini masih tergolong tinggi dibandingkan dengan harga sekitar US$ 72 per barel sebelum dimulainya perang yang melibatkan Iran pada akhir Februari lalu.
Minyak mentah acuan AS turun 1,2% menjadi US$ 93,98 per barel. Nilai tukar dolar AS melemah terhadap yen Jepang, dari 158,33 yen menjadi 157,94 yen. Sementara itu, euro diperdagangkan pada level $1,1211, naik dari $1,1157.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374250/original/004232300_1792041603-HOAX__35_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374273/original/056682000_1792043129-cek_fakta_-_kejaksaan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4057548/original/020107600_1655630991-daftar_makanan_berbahaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373552/original/002563200_1791967924-pexels-sam-lion-5709634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357262/original/003033100_1790239147-JT0A3257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349514/original/042048300_1789531576-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_05_46_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371786/original/097474200_1791806912-email-attachment_2026_10_12_windanelfira-at-klyid_inflasi-jakarta-terendah-di-jawa-bali-pramono-ungkap-rahasianya_IMG_5629.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371439/original/003278500_1791789102-WhatsApp_Image_2026-10-12_at_13.56.43.jpeg)