Kalbe Farma Raup Penjualan Rp 17,07 Triliun hingga Juni 2025

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) catat penjualan naik 4,59% dan laba tumbuh 9,4% hingga semester I 2025.

Diperbarui 03 Agustus 2025, 13:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) catat pertumbuhan penjualan bersih dan laba hingga semester I 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/8/2025), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih penjualan Rp 17,07 triliun, tumbuh 4,59% hingga Juni 2025. Pada periode sama tahun lalu, Kalbe Farma meraup penjualan Rp 16,32 triliun.

Beban pokok penjualan naik tipis 1,92% menjadi Rp 10,05 triliun hingga Juni 2025 dari periode sama tahun lalu Rp 9,86 triliun. Meski demikian, Perseroan mencatat laba bruto naik 8,68% menjadi Rp 7,02 triliun hingga Juni 2025 dari Juni 2024 sebesar Rp 6,46 triliun.

Perseroan membukukan beban penjualan bertambah 11,21% menjadi Rp 3,58 triliun dari periode sama tahun lalu Rp 3,22 triliun. Beban umum dan administrasi naik 2,95% dari Rp 731,16 miliar hingga Juni 2024 menjadi Rp 752,76 miliar. Beban penelitian dan pengembangan bertambah 11,54% menjadi Rp 240,51 miliar hingga Juni 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 215,61 miliar. Selain itu,  Perseroan membukukan laba entitas asosiasi naik 123,7% menjadi Rp 35,42 miliar hingga Juni 2025 dari Juni 2024 sebesar Rp 15,83 miliar.

Seiring kinerja itu, Perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 9,4% menjadi Rp 1,97 triliun hingga Juni 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,80 triliun.

Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 43,35 hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 38,93.

Total ekuitas turun menjadi Rp 24,19 triliun hingga 30 Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 24,59 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 5,31 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 4,83 triliun. Aset Perseroan naik menjadi Rp 29,50 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 29,42 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 3,80 triliun hingga Juni 2025.

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,69 Triliun

Sebelumnya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan membagikan dividen Rp 1,69 triliun atau Rp 36 per saham. Rencana pembagian dividen telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang diselenggarakan pada 22 Mei 2025.

Pembagian dividen merujuk pada data keuangan perseroan tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,24 triliun. Artinya, besaran dividen yang dibagikan setara 52 persen laba 2024.

Selain dibagikan sebagai dividen, sebesar Rp 32,4 miliar dari laba 2024 disisihkan sebagai dana cadangan, dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan perseroan. Hingga 31 Desember 2024, perseroan membukukan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 22,94 triliun. Bersamaan dengan itu, total ekuitas perseroan sampai dengan akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp 24,59 triliun.

Jadwal Pembagian Dividen

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/5/2025), berikut jadwal pembagian dividen PT Kalbe Farma Tbk:

  • Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 3 Juni 2025
  • Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 4 Juni 2025
  • Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 5 Juni 2025
  • Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai: 10 Juni 2025
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 5 Juni 2025
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 25 Juni 2025 

Lanjutkan Buyback

Kalbe Farma akan melanjutkan program buyback saham senilai Rp 250 miliar untuk memberikan dukungan terhadap harga saham KLBF dalam kondisi pasar modal Indonesia yang masih diliputi ketidakpastian.

Selain itu, aksi buyback saham mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perseroan yang kuat. Hal ini sesuai dengan kebijakan pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dan mengacu pada POJK No. 13 tahun 2023.

Sebelumnya, pemegang saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyetujui rencana penarikan kembali 61,7 juta saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham treasuri. Persetujuan diperoleh dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan yang diselenggarakan pada 17 Februari 2025. Setelah aksi tersebut, modal ditempatkan dan disetor perseroan susut dari semula senilai Rp 468,75 miliar menjadi sebesar Rp 468,13 miliar.