Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Tarif 15% terhadap Korea Selatan

Bursa saham Asia Pasifik bervariasi. Pelaku pasar akan mencermati langkah Bank of Japan dan tarif impor terhadap Korea Selatan pada perdagangan Kamis, (31/7/2025).

Diperbarui 31 Juli 2025, 08:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan beragam pada perdagangan Kamis (31/7/2025). Bursa saham Asia Pasifik yang bervariasi itu seiring investor mempertimbangkan tarif impor menyeluruh Amerika Serikat (AS) sebesar 15% dari Korea Selatan dan menanti detil keputusan kebijakan Bank of Japan.

Mengutip CNBC, Bank Sentral Jepang akan mempertahankan suku bunga jangka pendek di 0,5% untuk keempat kalinya berturut-turut dalam pertemuan kebijakan dua hari ini.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,21%. Indeks Topix bertambah 0,28%. Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,14%. Indeks Kosdaq mendatar. Di Australia, indeks ASX 200 susut 0,53%. Indeks Hang Seng berjangka berada di posisi 24.934, dari sebelumnya catat kenaikan ke posisi 25.176,93.

Di bursa berjangka AS, indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 menguat masing-masing 0,6% dan 0,9%. Indeks Dow Jones bertambah 23%.

The Fed Tahan Suku Bunga

Sebelumnya, bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu, 30 Juli 2025. The Fed mempertahankan suku bunga untuk pertemuam kelima berturut-turut karena dua gubernur the Fed berbeda pendapatan.

Hal ini juga menunjukkan perpecahan di dalam bank sentral mengenai potensi dampak tarif Presiden AS Donald Trump. Demikian seperti dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (31/7/2025).

Para pembuat kebijakan bank sentral memilih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,5%. Gubernur Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman tidak setuju dengan keputusan tersebut dan lebih memilih untuk memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase, pertama kalinya dua gubernur berbeda pendapat mengenai keputusan kebijakan moneter dalam lebih dari tiga dekade.

Ketua the Fed Jerome Powell dalam konferensi pers tidak memberikan petunjuk apa pun pemangkasan suku bunga dapat dilakukan pada pertemuan berikutnya pada 16-17 September. The Fed menekankan akan menilai banyak data dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami belum membuat keputusan apa pun tentang bulan September” tutur dia.

Menentang Seruan Trump

Mengenai dua gubernur Fed yang tidak setuju, Powell berkata, "Yang Anda inginkan dari semua orang adalah penjelasan yang jelas tentang apa yang Anda pikirkan, dan kita telah mencapainya hari ini. Pertemuan ini cukup baik."

Suku bunga acuan the Fed yang tetap sekali lagi menentang seruan Presiden Trump dan pejabat Gedung Putih lainnya untuk segera memangkas suku bunga. Trump telah berulang kali meminta suku bunga diturunkan tiga poin persentase, dengan alasan hal itu akan menghemat biaya bunga utang AS sekaligus membuat pinjaman lebih murah bagi pembeli rumah.

Trump mengulangi seruan itu beberapa jam sebelum keputusan terbaru Fed untuk menahan suku bunga, dengan mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa "'Terlambat,' SEKARANG HARUS MENURUNKAN SUKU BUNGA," menggunakan nama panggilannya untuk Powell. "Tidak ada inflasi! Biarkan orang membeli, dan membiayai kembali, rumah mereka!"

Powell tidak mengubah pandangannya secara umum  dibutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai bagaimana tarif Trump akan memengaruhi laju inflasi dan kekuatan ekonomi AS.

 

Inflasi Jadi Perhatian

Ia mengatakan kepada para wartawan masih "jalan panjang" untuk mengetahui secara pasti dampak tarif dan "Anda harus menganggap ini masih terlalu dini."

Jerome Powell juga menegaskan inflasi masih menjadi perhatian karena The Fed menyeimbangkan mandat gandanya, yaitu harga yang stabil dan lapangan kerja yang maksimal.

"Jika Anda bertindak terlalu cepat, inflasi mungkin tidak akan sepenuhnya teratasi, dan Anda harus kembali. Jika Anda bertindak terlalu lambat, Anda mungkin akan menyebabkan kerusakan yang tidak perlu pada pasar tenaga kerja,” ujar dia.

"Pada akhirnya," tambahnya, "tidak perlu diragukan lagi bahwa kita akan melakukan apa yang perlu kita lakukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali."

Pelaku pasar menurunkan kemungkinan penurunan suku bunga pada September ketika Powell berbicara, menurunkannya menjadi 47%.

Namun, Trump memang memperkirakan penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Ia mengatakan kepada para wartawan sebelum pengumuman penundaan suku bunga pada Rabu, "Saya dengar mereka akan melakukannya pada bulan September."