Kinerja Raksasa E-commerce Alibaba Lesu, Imbas Perang Dagang AS-China?

Alibaba mengalami beberapa kerugian akibat dari penjualan beberapa anak perusahaannya yang lemah, tetapi diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari operasi serta penilaian investasi ekuitasnya.

Diterbitkan 18 Mei 2025, 17:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saham Alibaba anjlok 7,6% pada hari Kamis (15/5) setelah raksasa e-commerce asal China itu gagal memenuhi ekspektasi laba untuk kuartal keempat 2024.

Melansir CNBC International, Minggu (18/5/2025) Alibaba mencatat pendapatan sebesar 236,5 miliar yuan (Rp 541 triliun), dibandingkan dengan ekspektasi 237,2 miliar yuan (Rp 542,6 triliun).

Sementara laba bersih perusahaan mencapai 12,4 miliar yuan (Rp 28,3 triliun) dibandingkan dengan ekspektasi 24,7 miliar yuan (Rp 56,5 triliun).

Meskipun gagal memenuhi ekspektasi analis, pendapatan Alibaba masih mencatat pertumbuhan hingga 7% secara tahan. Pendapatan bersih Alibaba juga masih 279% lebih tinggi dari tahun ke tahun, dari basis yang rendah.

E-commerce itu mengungkapkan, pihaknya mengalami beberapa kerugian akibat dari penjualan beberapa anak perusahaannya yang lemah, tetapi diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari operasi serta penilaian investasi ekuitasnya.

Namun, analis berharap investasi perusahaan dalam kecerdasan buatan dan bisnis e-commerce inti Alibaba akan membantunya mencapai atau melampaui ekspektasi tinggi.

Sementara itu, divisi inti grup Taobao dan Tmall Alibaba mengalami kenaikan pendapatan sebesar 9% menjadi 101,4 miliar yuan.

Tingkat pertumbuhan itu lebih cepat dari level yang terlihat pada kuartal sebelumnya.

Pendapatan manajemen pelanggan, yang diperoleh Alibaba dari penjualan pemasaran dan layanan lainnya kepada pedagang di platformnya, juga melonjak 12% dari tahun ke tahun. Ini adalah pendorong pendapatan yang besar bagi perusahaan.

 

Dampak Perang Dagang AS-China?

Penurunan kinerja Alibaba terjadi di tengah volatilitas ekonomi makro yang telah memengaruhi sentimen konsumen di Tiongkok.

Perang dagang AS-China telah menciptakan ketidakpastian di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu, yang telah melihat tarif besar yang dikenakan dari kedua belah pihak selama kuartal terakhir di mana Alibaba melaporkan.

Terbaru, Beijing dan Washington sepakat untuk menangguhkan sebagian besar tarif pada barang masing-masing hingga 90 hari.

 

Kinerja Lainnya

Adapun pendapatan cloud Alibaba yang mencapai 30,1 miliar yuan pada kuartal pertama 2025, meningkat secara tahunan sebesar 18%.

Ini merupakan laju yang lebih cepat dari pertumbuhan kuartal sebelumnya.

Investor kini berfokus pada upaya Alibaba dalam kecerdasan buatan, di mana platform tersebut telah menjadi pemain terkemuka di dalam negeri dan global.