IHSG Hari Ini 8 Mei 2025 Ditutup Anjlok 1,4%, Saham DKHH Catat Top Gainers

Sebanyak 393 saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (8/5/2025).

Diperbarui 09 Mei 2025, 07:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan perdagangan saham Kamis (8/5/2025). Koreksi IHSG terjadi didorong mayoritas sektor saham yang memerah dan aksi jual saham oleh investor asing.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup anjlok 1,42% ke posisi 6.827,75. Indeks saham LQ45 susut 1,71% ke posisi 763,75. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG menyentuh level tertinggi 6.965,93 dan level terendah 6.824,65.

Sebanyak 393 saham melemah sehingga bebani IHSG. 228 saham menguat dan 184 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan 1.622.445 kali dengan volume perdagangan 38,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 14,9 triliun. Investor asing menjual saham mencapai Rp 841,64 miliar. Sepanjang 2025, investor asing telah lepas saham Rp 53,28 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.490.

Mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham kesehatan naik 1,13% dan sektor saham transportasi bertambah 1,01%.

Sementara itu, sektor saham properti tergelincir 2,52% dan catat penurunan terbesar. Sektor saham basic susut 2,09% dan sektor saham teknologi terpangkas 1,72%.

Selain itu, sektor saham energi susut 1,08%, sektor saham industri terpangkas 0,55%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,50%, sektor saham consumer siklikal terperosok 1% dan sektor saham infrastruktur turun 1,37%.

Gerak Saham

Pada perdagangan Kamis pekan ini, saham ITMG turun 1,01% ke posisi Rp 22.125 per saham. Harga saham ITMG dibuka naik 50 poin ke posisi Rp 22.400 per saham. Saham ITMG berada di level tertinggi Rp 22.500 dan level terendah Rp 22.050 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.332 kali dengan volume perdagangan 15.922 saham. Nilai transaksi Rp 35,4 miliar.

Harga saham UNTR susut 1,26% ke posisi Rp 21.475 per saham. Saham UNTR dibuka stagnan di posisi Rp 21.750 per saham. Saham UNTR berada di level tertinggi Rp 21.775 per saham dan level terendah Rp 21.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.112 kali dengan volume perdagangan 58.130 saham. Nilai transaksi Rp 125,3 miliar.

Harga saham ADRO terpangkas 0,26% ke posisi Rp 1.895 per saham. Saham ADRO dibuka stagnan di posisi Rp 1.900 per saham. Saham ADRO berada di level tertinggi Rp 1.920 dan level terendah Rp 1.870 per saham. Total frekuensi perdagangan 15.659 kali dengan volume perdagangan 611.708 saham. Nilai transaksi Rp 115,8 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham DKHH melonjak 34,85%
  • Saham TGUK melonjak 34,33%
  • Saham SURI melonjak 26%
  • Saham BEER melonjak 24,62%
  • Saham JATI melonjak 23,97%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham PPRI merosot 14,81%
  • Saham BATR merosot 14,81%
  • Saham DMAS merosot 14,77%
  • Saham PNSE merosot 13,78%
  • Saham OPMS merosot 12,64%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham ANTM senilai Rp 1,4 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 998,6 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 898 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 862 miliar
  • Saham GOTO senilai Rp 715 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham ANTM tercatat 79.546 kali
  • Saham BBRI tercatat 48.133 kali
  • Saham MDKA tercatat 45.260 kali
  • Saham BMRI tercatat 40.914 kali
  • Saham GOTO tercatat 32.092 kali

Sentimen IHSG

Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menuturkan, kondisi secara teknikal yang sudah overbought.

Selain itu, ia menuturkan, data cadangan devisa yang turun memicu terjadinya profit taking setelah IHSG mengalami reli sekitar sebulan terakhir.

Dari dalam negeri, data cadangan devisa Indonesia periode April 2025 turun dari 157,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 152,5 miliar dolar AS, yang merupakan level terendah sejak November 2024.

“Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global,” kata dia seperti dikutip dari Antara.

Meskipun demikian, cadangan devisa ini masih setara 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri pemerintah, atau jauh di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor.

Dari mancanegara, pasar mengantisipasi penurunan suku bunga oleh The Bank of England (BoE) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen pada Kamis (08/05), di tengah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi akibat tarif.

Inggris dilaporkan juga akan menjadi negara pertama yang menandatangani kesepakatan dagang dengan AS.

 

 

Bursa Saham Asia Pasifik

Mengutip Antara, Bursa saham regional Asia pada Kamis sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 148,97 poin atau 0,41 persen ke 36,928,63, indeks Shanghai menguat 9,33 poin atau 0,28 persen ke 3.352,00.

Selain itu, indeks Kuala Lumpur melemah 7,16 poin atau 0,46 persen ke 1.542,74, dan indeks Strait Times melemah 17,15 poin atau 0,44 persen ke 3.842,22.