Sukses

IHSG Berpotensi Melesat, Tengok Rekomendasi Saham Hari Ini 11 Juli 2024

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di level support 7.176,7.099 dan level resistance 7.356,7.396 pada perdagangan Kamis, 11 Juli 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas dan rawan koreksi pada perdagangan Kamis, 11 Juli 2024. IHSG akan menguji posisi 7.000-7.160.

IHSG naik 0,24 persen ke posisi 7.287 disertai dengan volume pembelian pada perdagangan Rabu, 10 Juli 2024.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini posisi IHSG diperkirakan berada pada akhir wave (v) dari wave 1 dari wave (3) sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas. IHSG rawan koreksi untuk menguji rentang koreksi 7.000-7.160 pada perdagangan Kamis, 11 Juli 2024.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.176,7.099 dan level resistance 7.356,7.396 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.160-7.290 pada Kamis pekan ini. “Namun hati-hati, koreksi IHSG masih terbuka,”

Analis PT RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi menuturkan, IHSG terlihat kembali melakukan rebound dengan longer upper shadow disertai volume. Ia menuturkan, meski berpeluang melakukan koreksi teknikal, tetapi selama di atas garis moving average (MA) (100,200), IHSG berpeluang untuk kembali rebound dan menguji level tertinggi pada 2024.

"Namun, jika breakdown support garis MA200, kembali koreksi untuk tutup gap bawah dan menguji support garis MA20,” demikian dikutip.

Wafi menuturkan, range pergerakan IHSG saat ini berada di kisaran 7.200-7.400 pada Kamis pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Wafi memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

Saham BBCA menguat 0,25% ke 10.100 dan didominasi oleh volume penjualan. Herditya menuturkan, saat ini, posisi BBCA diperkirakan berada di akhir wave (v) dari wave [i], sehingga penguatannya relatif terbatas dan rawan terkoreksi untuk membentuk wave [ii].

Buy on Weakness: 9.650-9.950

Target Price: 10.400, 10.550

Stoploss: below 9.450

 

2.PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) - Buy on Weakness

Saham MIDI menguat 2,03% ke 402 dan masih didominasi oleh volume pembelian. "Selama MIDI masih mampu berada di atas 390 sebagai stoplossnya, posisi MIDI saat ini diperkirakan berada di awal wave (iii) dari wave [c]," ujar dia.

Buy on Weakness: 396-400

Target Price: 412, 422

Stoploss: below 390

 

3.PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) - Spec Buy

Saham SMGA menguat 1,15% ke 88 disertai dengan peningkatan volume pembelian. Herditya mengatakan, saat ini, posisi SMGA diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, sehingga SMGA berpeluang melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 85-88

Target Price: 94, 99

Stoploss: below 84

 

4.PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) - Buy on Weakness

Saham TKIM terkoreksi 1,13% ke 8.725 disertai dengan munculnya volume penjualan. "Saat ini, diperkirakan posisi TKIM berada pada bagian dari wave iv dari wave (v) dari wave [i], sehingga TKIM masih rawan terkoreksi terlebih dahulu," ujar Herditya.

Buy on Weakness: 8.425-8.675

Target Price: 9.075, 9.425

Stoploss: below 8.050

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

3 dari 4 halaman

Apa yang Dimaksud dengan IHSG?

Mengutip laman BEI, indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi berkala.

Adapun tujuan dari indeks saham antara lain:

Mengukur sentimen pasar

Dijadikan produk investasi pasif seperti reksa dana indeks dan ETF indeks serta produk turunan

Benchmark bagi portofolio aktif

Proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi atau return, risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko.

Proksi untuk kelas aset pada alokasi aset

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

4 dari 4 halaman

Apa Fungsi IHSG?

Berikuf fungsi IHSG seperti dikutip dari laman OCBC NISP:

1.Menunjukkan Pergerakan Pasar

Fungsi IHSG untuk menunjukkan pergerakan saham-saham sedang melantai di pasar modal. Melalui pergerakan saham-saham tersebut, pelaku pasar modal bisa menganalisa bagaimana gairah jual beli instrumen investasi di suatu negara secara real time.

Selain itu, pihak eksternal pasar modal antara lain ekonom, pengamat, dan pemerintah bisa mendapat gambaran tentang seberapa menariknya negara bagi para penanam modal. 

2.Menampilkan Tolak Ukur Kinerja Portofolio Efek

IHSG juga berfungsi menampilkan tolak ukur efek bagi para calon investor sebelum masuk ke pasar modal. Grafik IHSG menampilkan informasi tentang harga saham rata-rata yang bisa dijadikan benchmark bagi para investor dalam mengambil keputusan. 

3.Menunjukkan Estimasi Profit

IHSG juga berfungsi memberikan estimasi profit terutama bagi calon investor. Persentase data dalam grafik saham IHSG dapat dijadikan standar untuk mengetahui berapa estimasi perkembangan investasi dalam pasar modal. Apabila harga saham IHSG rata-rata mengalami kenaikan 10% selama 6 bulan, maka dalam setengah tahun ke depan harga saham yang Anda beli bisa naik 10%.

4.Menjadi Produk Investasi Pasif

Selain itu, IHSG berfungsi menjadi produk investasi pasif atau underlying assets. Saat melakukan proses jual beli instrumen, seorang investor dapat membeli beberapa lot saham berbeda dan menjualnya secara kolektif kepada orang lain. Penjualan saham kolektif ini umumnya menggunakan harga saham IHSG. Sehingga apabila harga IHSG meningkat, harga saham kolektif juga akan naik.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini