Sukses

Bursa Saham Asia Lesu, Indeks Hang Seng Anjlok 3 Persen Imbas Pembatasan COVID-19 di China

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Senin, 28 November 2022. Indeks Hang Seng memimpin koreksi di bursa saham Asia Pasifik. Hal ini di tengah keresahan di China atas kebijakan nol COVID-19 yang berkelanjutan.

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 4 persen pada pembukaan perdagangan. Kini, indeks Hang Seng melemah 3,85 persen. Indeks Shanghai tergelincir 1,38 persen dan indeks Shenzhen susut 2,1 persen. Yuan melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat setelah pekan lalu di posisi 7,20 per dolar AS.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah lebih dari USD 2 menjadi USD USD 74,21 per barel, dan berada di kisaran level terendah tahun ini. Harga minyak mentah Brent susut lebih dari 2,5 persen menjadi USD 81,53 per barel.

Selama akhir pekan, Bank Sentral China atau Peope’s Bank of China mengumumkan akan memangkas rasio persyaratan cadangan bank sebesar 25 basis poin menjadi 7,8 persen dan suntikkan 500 miliar yuan dalam likuiditas jangka panjang. Biro Statisik Nasional mengatakan, keuntungan industri selama 10 bulan pertama tahun ini merosot 3 persen dari periode sama 2021.

Di Australia, indeks ASX 200 terpangkas 0,52 persen seiring penjualan ritel melemah 0,2 persen pada Oktober 2022, meleset dari harapan kenaikan 0,5 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,73 persen dan indeks Topix melemah 0,88 persen. Indeks Kospi di Korea Selatan merosot 1,17 persen dan indeks Kosdaq terpangkas 1,78 persen.

Mata uang global juga berisiko melemah seiring di tengah kerusuhan di China terkait kebijakan nol COVID-19 berpengaruh terhadap rantai pasokan. “Pertanyaan kunci tentang bagaimana dunia bereaksi terkait bagaimana rantai pasokan China merespons,” ujar Direktur Pelaksana Standard Chartered, Stevel Englander dikutip dari CNBC, Senin pekan ini.

“Jika itu semakin terganggu, saya pikir itu adalah hal yang berisiko. Bukan hanya CNH, tetapi mata uang lainnya akan berisiko,” kata dia.

Englander menuturkan, pelaku pasar mungkin ingin mengurangi paparan terhadap risiko lebih lanjut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Penutupan Wall Street pada 25 November 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Jumat, 25 November 2022. Penguatan wall street di tengah perdagangan pada pekan ini yang pendek karena ada libur Thanksgiving.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 152,97 poin atau 0,45 persen ke posisi 34.347,03. Indeks S&P 500 melemah 0,03 persen ke posisi 4.026,12.

Indeks Nasdaq tergelincir 0,52 persen ke posisi 11.226,36 yang didorong tekanan saham Activision Blizzard. Saham Activision Blizzar melemah 4 persen di tengah berita FTC dapat memblokir Microsoft untuk mengambil alih perusahaan tersebut.

Selama sepekan, indeks Dow Jones naik 1,78 persen, indeks S&P 500 bertambah 1,53 persen. Indeks Nasdaq bertambah 0,72 persen.

Wall street awal pekan ini dibayangi sentimen pelaku pasar menunggu risalah dari pertemuan the Federal Reserve pada November 2022. Risalah menunjukkan bank sentral mengantisipasi perlambat laju kenaikan suku bunga ke depan yang memberi dorongan pada saham hingga akhir pekan ini bahkan di tengah sesi perdagangan yang bergejolak karena volume perdagangan yang rendah.

“Sebagian besar peserta menilai perlambatan laju kenaikan mungkin akan segera terjadi,” demikian bunyi risalah tersebut.

Sejumlah laporan laba perusahaan ritel yang solid menandakan beberapa kekuatan konsumen bahkan di tengah kekhawatiran pelemahan ekonomi juga mengangkat saham.

Kekhawatiran tentang lockdown yang berkelanjutan di China menjadi perhatian pasar. China meningkatkan pembatasan COVID-19 setelah melihat jumlah kasus yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada awal pekan ini, China melaporkan kematian COVID-19 pertama sejak Mei 2022.

 

3 dari 3 halaman

Sentimen

Pekan depan, investor akan melihat lebih banyak lagi laporan laba dari perusahaan antara lain Kroger dan Ulta Beauty. Di sisi ekonomi, pelaku pasar akan mengamati komentar lebih lanjut dari pejabat the Federal Reserve, serta rilis laporan pengeluaran konsumsi pribadi pada Kamis, 1 Desember 2022, indikator indikasi inflasi pilihan bank sentral.

Jelang akhir pekan ini, saham Apple turun dua persen pada Jumat, 25 November 2022 setelah protes terjadi di pemasok utama produsen iPhone Foxconn di China. Analis dan investor juga khawatir penutupan manufaktur baru-baru ini dapat mengurangi pasokan pada musim liburan ini.

Saham Activision Blizzar, saham perusahaan video game turun lebih dari 4 persen setelah Politico melaporkan Komisi Perdagangan Federal akan menuntut memblokir akuisisi Activision Blizzard senilai USD 69 miliar dari Microsoft. Saham Microsoft cenderung mendatar.

Saham Coupa Software, saham perusahaan perangkat lunak melonjak 28,9 persen pada Rabu, 23 November 2022 setelah Bloomberg melaporkan Vista Equity Partners sedang jajaki akuisisi Coupa.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS